600 Guru di Belu Mengeluh Tunjangan Sertifikasi Dipotong Satu Bulan

Advertisements

“Uang TSG (tunjangan sertifikasi guru, Red) yang masuk ke rekening cuma 2 bulan saja. Satu bulan hilang. Kami tidak tahu kemana larinya uang yang menjadi hak kami itu. Apa alasannya? Siapa yang menyuruh memotong hak kami itu?,” tanya Ny. Yovita Klau dan Ny. Siska Neolaka, dua utusan guru saat datang mengadu ke Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu di ruang kerjanya, Senin (28/12/2020).

Ny. Yovita Klau dan Ny. Siska Neolaka, dua utusan guru saat datang mengadu ke Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu di ruang kerjanya, Senin (28/12/2020). Mereka mengadu karena uang tunjangan sertifikasi guru dipotong sebulan.

ATAMBUA, HALAMANSEMBILAN.COM – Sedikitnya 600 guru yang bertugas di perbatasan Republic Demokratic Timor Leste, tepatnya di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku terkejut sekaligus sangat kesal karena tunjangan sertifikasi guru untuk triwulan IV (Oktober-Desember) 2020 dipotong sebulan tanpa alasan yang jelas.

“Uang TSG (tunjangan sertifikasi guru, Red) yang masuk ke rekening cuma 2 bulan saja. Satu bulan hilang. Kami tidak tahu kemana larinya uang yang menjadi hak kami itu. Apa alasannya? Siapa yang menyuruh memotong hak kami itu?,” tanya Ny. Yovita Klau dan Ny. Siska Neolaka, dua utusan guru saat datang mengadu ke Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu di ruang kerjanya, Senin (28/12/2020).

Dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, lanjut kedua utusan para guru itu, uang TSG sebulan itu sangat berarti dan bermanfaat sekali.

“Padahal uang itu rencananya buat bayar sekolah dan uang kuliah anak kami. Kenapa hilang dipotong?,” tanya Ny. Siska didukung Ny. Yovita.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu, berjanji akan meminta penjelasan secara resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

BACA JUGA:  SIAP-SIAP - 29 Kades di TTU Masuk Daftar Tunggu Untuk Diperiksa Jaksa

“Intinya uang sepeser pun dari tunjangan sertifikasi guru tidak boleh dipotong atau sengaja dihilangkan. Nanti Dewan akan panggil dan meminta penjelasan,” janji Cyprianus Temu sebagaimana dilansir dari theeast.co.id

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali, S.H, M.M, belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi via telepon genggamnya tidak aktif. Pertanyaan yang disampaikan via aplikasi perpesanan WhatsApp, juga tidak direspons. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements