40 Ton Tepung Kelor dari Desa Kuafeu – NTT Siap Diekspor ke Jepang

Advertisements

“Papua New Guinne dan New Zealand akan menyusul. Papua New Guinne sudah memesan 100 ton. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi permintaan yang luar biasa itu. Kami akan ekspor ke sana, meski di tengah sejumlah keterbatasan,” jelas Fasilitator Nina Purwiyantini, didampingi Ketua BUMdes M’rian, Agnes Aek di Desa Kuafeu kepada para wartawan, Sabtu (6/7/2019) siang.

MALAKA, HALAMANSEMBILAN.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) M’rian di Desa Kuafeu, Kecamatan Io Kuafeu, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini sedang mempersiapkan stok tepung kelor sebanyak 40 ton untuk diekspor ke Jepang bulan November tahun ini.

“Papua New Guinne dan New Zealand akan menyusul. Papua New Guinne sudah memesan 100 ton. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi permintaan yang luar biasa itu. Kami akan ekspor ke sana, meski di tengah sejumlah keterbatasan,” jelas Fasilitator Nina Purwiyantini, didampingi Ketua BUMdes M’rian, Agens Aek di Desa Kuafeu kepada para wartawan, Sabtu (6/7/2019) siang.

Keterbatasan yang dimaksud adalah dana, luas lahan untuk pembudidayaan pohon kelor belum memadai, jumlah mesin pengering daun kelor serta kesulitan untuk memperpanjang sertifikat organik dari lembaga di luar negeri. Termasuk merubah kelompok usaha itu menjadi sebuah perusahaan yang punya manajemen produksi dan pemasaran yang handal.

“Di tengah keterbatasan itu, kami tetap optimis. Sebab usaha kami didukung Bupati Malaka dan jajarannya, Gubernur NTT dan jajarannya, tokoh agama dan gereja serta tokoh masyarakat maupun tokoh adat. Kami bergandeng tangan untuk meraih mimpi itu,” jelas Nina.

Kelompok BUMdes di Desa Kuafeu, lanjut Nina, juga sedang memproduksi dalam skala kecil sabun mandi berbahan dasar tepung kelor dan beberapa produk kosmetik kecantikan berbahan dasar tepung kelor.

“Produksinya masih terbatas sambil terus melakukan inovasi untuk perbaikan produknya. Sehingga mutunya bisa bersaing saat dilempar ke pasar,” tukasnya optimis.

Hingga sekarang, usaha BUMdes M’rian sedang membudidayakan tanaman kelor di 6 desa di Malaka, yaitu Kuafeu, Tunmat, Tunabesi, Biau, Ikan Tuanbes dan Naibone. Total luas lahan 8.027 hektar yang melibatkan 329 petani plasma inti.

Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, sempat singgah di Desa Kuafeu untuk melihat kebun kelor dan rumah produksi tepung kelor di Desa Kuafeu, Sabtu siang. Turut serta Kepala Dinas PMD NTT, Kepala Dinas Pertanian NTT, Kepala Dinas Perindag NTT, Kepala Bapelitbanda NTT, perwakilan OJK, PD. Flobamor, Bank NTT, camat dan para kepala desa.

“BUMdes ini akan jadi model di NTT. Saya dukung penuh. Saya bantu lagi 10 mesin pengering, agar bulan November 2019, target 40 ton tepung kelor diekspor ke Jepang segera terwujud. Saya ada di depan dan belakang mereka. Mendukung penuh. Sebab ini salah satu program unggulan Pemprov NTT,” puji Laiskodat berulang kali, didampingi Kadis PMD Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk.

“Kita harus siap bersaing dengan negara lain. Dan saya kira produksi tepung kelor ini sudah mulai menampakkan hasilnya dan siap bersaing. Siap diekspor. Ini luar biasa. Pemerintah tentu mendukung,” pungkas Laiskodat. (k-4)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements