11 Anggota Pasukan Garda Swiss, Pengawal Paus Fransiskus Terpapar Covid-19

Advertisements

Pada hari Senin lalu, empat pria menjadi anggota Garda Swiss dinyatakan positif Covid-19, dan Sabtu kemarin, tujuh anggota Garda Swiss lainnya diumumkan terpapar Covid-19. Total 11 orang sudah terpapar Covid-19.

Paus Fransiskus dan pasukan pengawalnya, Garda Swiss

ROMA, HALAMANSEMBILAN.COM – Pemimpin gereja Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransisikus kini menjalani prosedur kesehatan yang ketat, menyusul 11 anggota pengawalnya dari Garda Swiss positif terpapar Covid-19.

Paus Fransiskus yang kini berusia 83 tahun ini amat rentan terpapar Covid-19 karena umur, berat badan, dan masalah kesehatan. Ia juga memantik kritik dan kecaman karena sering beraktifitas tanpa menjaga jarak sosial dan tidak mengenakan masker.

Pada hari Senin lalu, empat pria menjadi anggota Garda Swiss dinyatakan positif Covid-19, dan Sabtu kemarin, tujuh anggota Garda Swiss lainnya diumumkan terpapar Covid-19. Total 11 orang sudah terpapar Covid-19.

Otoritas kesehatan di Vatikan dilaporkan terus melakukan tracking dan tracing untuk mencari tahu siapa lagi yang melakukan kontak fisik dengan 11 anggota pasukan Garda Swiss. Termasuk apakah telah melakukan kontak langsung dengan Paus Fransiskus.

Seorang juru bicara Vatikan mengumumkan langkah-langkah baru untuk Garda Swiss.

“Semua penjaga, baik yang bertugas atau tidak, akan memakai masker di dalam dan di luar untuk mengamati tindakan kesehatan yang dilarang,” kata juru bicara itu.

Garda Swiss adalah pasukan dalam jumlah terkecil di dunia, yang didirikan dan dibentuk pada tahun 1506 oleh Paus Julius II untuk perlindungannya. Sampai sekarang jumlahnya cuma 100 orang.

Mereka adalah magnet turis populer di Vatikan, dengan seragam kuning, merah dan biru mencolok, tombak dan senjata mirip kapak serta kepalanya dilindungi dengan helm logam dengan bulu burung unta.

Menurut tradisi, Garda Swiss harus pria berusia antara 19 dan 30 tahun dan memiliki tinggi setidaknya 1,74 meter. Mereka harus mempraktikkan Katolik Roma dan belum menikah. (k-1/dailymail.co.uk)

Advertisements

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements