Waspadalah! “Kapolsek Oebobo” Ngemis Minta Duit Kepada 15 Lurah di Kota Kupang

Advertisements

“Saya ataupun anak buah saya tidak pernah menelepon lurah-lurah untuk permintaan uang atau apapun. Apalagi untuk perbaikan mobil dinas,” tandas Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba, kepada para wartawan Jumat (15/2/2019)

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Sebanyak 15 lurah di Kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Raja di Kota Kupang mengaku sangat resah. Sebab sejak pekan lalu Sang “Kapolsek Oebobo” menelpon secara bergiliran, meminta duit untuk perbaikan mobil dinas Polsek Oebobo.

“Tolong, kalau ada yang telepon mengaku dirinya Kapolsek Oebobo, supaya datang melapor dan croscheck atau konfirmasi ke saya dulu. Sebab itu ulah oknum yang telah mencatut nama saya,” jelas Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba, kepada para wartawan, Jumat (15/2/2019).

Kasus ini baru diketahuinya ketika seorang anggota polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas kelurahan setempat, langsung mengkonfirmasi ke Kapolsek Oebobo, melalui nomor resmi Kapolsek Oebobo.

Salah seorang penelepon menggunakan nomor HP 085294004863. Dalam waktu bersamaan, penelepon yang mengaku Kapolsek Oebobo menelepon 15 ornag lurah di Kecamatan Oebobo dan Kota Raja. Para lurah tidak melayani permintaan uang penelepon.

“Saya atau anak buah tidak pernah menelepon lurah-lurah untuk permintaan uang atau apapun. Apalagi untuk perbaikan mobil dinas,” tandas mantan Kasubbid PID Bidang Humas Polda NTT ini.

Ketut Saba mengaku jika pihaknya sudah melacak nomor penelepon dari Kapolsek Oebobo gadungan.

“Nomor telepon itu ternyata adalah warga Ciganjur Jawa Barat dan ini merupakan modus penipuan dan pemerasan. Saya minta jangan ditanggapi,” tambah mantan Kapolsek Nunpene ini.

I Ketut Saba pun meminta masyarakat segera melaporkan ke polisi jika ada penelpon yang mengaku Kapolsek Oebobo.

“Jangan layani permintaan barang atau uang yang mengatasnamakan Kapolsek Oebobo dan masyarakat agar segera melaporkan jika ada kejadian seperti itu,” tandas mantan Kasatlanatas Sumba Barat ini. (ade)

Laporan & Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements