Wajah Baru Stadion Utama Gelora Bung Karno Telan Rp 700 M

HALAMANSEMBILAN.COM, JAKARTA — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) baru saja direnovasi. Dan mulai digunakan dalam pertandingan ujicoba sepakbola antara Indonesia versus Islandia, Minggu (14/1/2018) petang.

Stadion kebanggaan masyarakat Indonesia itu baru saja direnovasi demi penyelenggaraan Asian Games 2018. Total pembiayaan mencapai Rp 700 miliar. Jumlah yang tentunya cukup besar dalam renovasi sebuah stadion.

Ada harga, tentu ada kualitas. Begitu ujar-ujar yang biasa muncul dalam kehidupan sehari-hari. Begitu memasuki kawasan SUGBK, para suporter sudah disajikan dengan suasana yang lebih segar, indah dipandang mata dengan pepohonan yang berjajar rapi di samping pintu masuk.

Renovasi SUGBK meliputi beberapa sektor. Dari 82 ribu kursi, bangku SUGBK kini menyisakan sekitar 76 ribu tempat duduk saja. Maklum, saat ini, stadion itu tak lagi memakai bangku deret seperti sebelum-sebelumnya.

Setiap tribune kini sudah memakai single seat alias satu tempat duduk untuk satu penonton. Calon penonton juga akan menempati kursi sesuai dengan nomor yang tertera di tiketnya. Seperti halnya menonton film di bioskop.

Menariknya, kini ada fasilitas yang unik. Yakni keran air minum yang bisa langsung dikonsumsi. Ini sangat membantu dan memanjakan suporter yang haus agar tak jauh-jauh keluar stadion untuk sekadar membeli air mineral.

Paling penting, tak ada lagi penonton yang merokok saat menyaksikan laga. Sebab, ada larangan yang mengatur itu dan ditempelkan di setiap sudut stadion. Tak ada kesemrawutan lagi terkait pedagang keliling yang menjajakan air mineral, rokok, dan makanan ringan. Hal ini tentu membuat kenyamanan penonton semakin diutamakan.

“Tadi sempat bingung, mencari gate-nya saja bingung. Karena yang ditanyain panitianya juga enggak ngerti juga. Pastinya sekarang lebih cerah pemandangannya, tadinya ada tiang-tiang,” ujar seorang suporter Timnas Indonesia, Dede dari BSD, Tangerang, saat ditemui wartawan.

Dede sendiri datang ke SUGBK bersama keluarganya. Tak hanya itu, dia juga membawa serta dua putranya dan mengaku sangat menikmati pertandingan serta suasana baru SUGBK.

“Lebih nyaman yang jelas dengan fasilitas seperti ini. Padahal datang pukul 18.00 WIB, cuma masalahnya tadi ada genangan saat masuk, itu saja kurangnya karena sepatu jadi basah,” lanjut dia.

Hal senada juga dirasakan sang istri. Dia bahkan kagum dengan larangan tak boleh merokok dan membuat stadion kini lebih ramah untuk anak-anak yang masih kecil.

“Iya, kalau dahulu agak risih saja ketika ada yang merokok. Toiletnya juga bagus, bersih tidak seperti sebelumnya. Kalau sebelumnya jorok, jadi malas kadang kalau mau buang air kecil,” ungkap Sabrina, istri Dede.

Perlu diketahui, saat ini SUGBK sudah tak ada lagi parkir liar. Sekarang, parkir tertata rapi dan bagi kendaraan yang sembarangan parkir akan langsung diderek petugas.

Tak hanya fasilitas bangunan, lapangan pun juga tak luput direnovasi. Rumput kini sudah terpasang jenis Zoysia dari Manila yang sesuai standar FIFA. Sistem drainase juga dirombak, sehingga hujan deras pun tak akan menimbulkan genangan di lapangan. Untuk penerangan, 630 lampu LED dipasang dari sebelumnya yang hanya 200 lampu. Maka kini, dengan tingkat kecerahan mencapai 3.500 lumens.

“Kami masih ada jaminan dari kontraktor, SUGBK ini sudah rampung 99,9 persen. Kami pergunakan untuk tahu kekurangannya ada di mana saja. Ketidaksempurnaan pasti ada, makanya kami akan gunakan beberapa kali supaya ketika Asian Games 2018 kami sudah lebih baik,” ungkap Direktur SUGBK, Winarto, kepada wartawan beberapa waktu lalu.

SUGBK kini lebih mewah dengan fasilitas yang wah. Kenyamanan penonton memang diutamakan. Tentunya itu untuk menyukseskan hajatan Asian Games 2018 dan event-event lain yang digelar di SUGBK. (*)

Editor: Julianus Akoit. Sumber: Bola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here