VIDEO VIRAL: Lawan Arus, Tak Pakai Helm dan Tanpa Surat-Surat, Pemuda Ini Rusakkan Motornya Saat Ditilang Polisi

Advertisements

“Kebanyakan garam dalam darahnya. Cocok direkrut jadi anggota dari organisasi radikal. Ceweknya sebaiknya putusin saja. Emosional dan egois begitu, tidak pantas jadi suami kamu kelak. Dasar micin kelas dewa,” semprot warganet, menanggapi aksi tidak pantas pemuda yang bernama Adi Saputra (20).

TANGERANG, HALAMANSEMBILAN. COM – Dua video yang menunjukkan seorang remaja berkaus putih sedang merusak sebuah motor viral di media sosial khususnya Facebook dan Instagram, Kamis (7/2/2019).

Video yang dibagikan oleh beberapa akun Instagram ini diberi caption yang menjelaskan bahwa remaja tersebut sedang merusak motornya sendiri.

Penyebabnya adalah dirinya tidak terima saat ditilang oleh anggota Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Remaja yang diketahui bernama Adi Saputra (20 tahun) tersebut ditilang oleh Bripka Oky karena melakukan beberapa pelanggaran sekaligus.

Adi diketahui melawan arus lalu lintas, tidak menggunakan helm, tidak dapat menunjukkan SIM, dan tidak membawa STNK.

Bahkan saat akan ditilang, remaja kelahiran Lampung ini juga sempat mencoba menghindari petugas.

Begitu pula saat ditilang, dirinya merusak motornya sendiri dengan cara membanting dan melepas beberapa part motor.

Seorang wanita yang diduga merupakan kekasih remaja tersebut terlihat beberapa kali mencoba menenangkan.

Namun, Adi tak kunjung dapat meredakan emosinya, dirinya terus merusak motornya, bahkan beberapa kali dirinya terlihat membentak petugas kepolisian.

“Kebanyakan garam dalam darahnya. Cocok direkrut jadi anggota dari organisasi radikal. Ceweknya sebaiknya putusin saja. Emosional dan egois begitu, tidak pantas jadi suami kamu kelak. Dasar micin kelas dewa,” semprot warganet, menanggapi aksi tidak pantas pemuda yang bernama Adi Saputra (20).

Lokasi kejadian sendiri terletak di sekitas putaran Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan. (ade/berbagai sumber).

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements