TONTON VIDEO: Kampanye Terbuka Jokowi di Kupang – NTT

Advertisements

Jokowi mengawali orasi kampanye dengan menyapa ribuan pendukungnya dalam bahasa Melayu Kupang. “Lu pung, kabar so karmana? (kamu punya kabar bagaimana?),” tanya Jokowi. “Kabar bae (baik),” teriak pendukungya histeris.
“Bae-bae sa kow (baik-baik saja kah?),” tanya Jokowi sampai dua kali.
“Bae-bae sa ne (baik-baik saja nih),” jawab massa pendukung sambil tertawa lucu mendengar dialek Jokowi dalam bahasa Melayu Kupang yang sangat medok itu.

Kampanye Terbuka Jokowi di Kupang, NTT, Senin 8/4/2019 siang
  • Kampanye Terbuka Jokowi di Kupang, NTT
  • Jokowi Yakin Raup 80 Persen Suara di NTT

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Calon Presiden (Capres) Petahana, Joko Widodo (Jokowi) mematok target perolehan suara daam Pilpres 2019 minimal 80 persen. Ia sangat optimis kerja keras pendukung dan relawan di NTT bisa mencapai target tersebut.

Target itu disampaikan Jokowi saat berorasi dalam Kampanye Terbuka di Stadion Sitarda Lasiana, Kupang, NTT, Senin (8/4/2019 siang.

Jokowi mengawali orasi kampanye dengan menyapa ribuan pendukungnya dalam bahasa Melayu Kupang.

“Lu pung, kabar so karmana? (kamu punya kabar bagaimana?),” tanya Jokowi. “Kabar bae (baik),” teriak pendukungya histeris.
“Bae-bae sa kow (baik-baik saja kah?),” tanya Jokowi sampai dua kali.
“Bae-bae sa ne (baik-baik saja nih),” jawab massa pendukung sambil tertawa lucu mendengar dialek Jokowi dalam bahasa Melayu Kupang yang sangat medok itu.

“Saya punya catatan, Pilpres 2014 di NTT Jokowi-Jusuf Kalla dapat 66 persen. Tapi hari ini saya yakin dengan semangat siang hari ini, saya yakin insya allah minimal 80 persen,” ucap Jokowi.

Jokowi mengungkapkan Provinsi NTT merupakan salah satu daerah yang rutin dia kunjungi.

“Saya sangat senang sekali karena bisa hadir di propinsi Nusa Tenggara Timur. Saya ini ngga tahu ya, sudah berapa kali sebagai presiden datang ke NTT. Yang lain saya kunjungi dua kali, tiga kali. Di sini saya datang sudah delapan kali,” kata Jokowi disambut sorakan pendukungnya.

Ia mengaku frekwensi kunjungannya yang tinggi ke NTT karena ada banyak program pembangunan yang sementara dikerjakan dan digenjot penyelesaiannya. Terlebih karena ia mencintai rakyat NTT.

“Ada apa? Ada yang tahu? Ya..Karena saya cinta NTT,” ucapnya.

Jokowi juga menyinggung perolehan suaranya di NTT pada pilpres 2014 lalu. Kala itu, dirinya yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih suara sebanyak 66%. Namun untuk Pilpres 2019, ia mematok target batas minimal 80 persen. Tidak menutup kemungkinan raihan suara di timur Indonesia ini berada pada angka 95 persen.

“Minimal (80 persen) loh, ini minimal. 85 (persen) boleh, 90 persen boleh, 95 (persen) boleh,” kata dia.

Jika dapat mendulang suara lebih dari 85 persen, Jokowi berjanji akan kembali mengunjungi NTT.

“Tanggal 17 April malam saya telepon ke NTT, ‘Pak Ketua TKD (Tim Kampanye Daerah, Red) NTT dapat berapa persen?’. Begitu dapat lebih 85 persen saya ingin datang lagi ke NTT, secepatnya. Karena di sini banyak sekali bendungan dan program kerja pemerintah yang belum kita resmikan,” pungkas Jokowi.

Ia juga mengingatkan ada 7 bendungan besar yang dibangun pemerintah pusat di NTT. Air, kata Jokowi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di NTT.

“Dengan air nanti kita bisa tanam jagung, singkong, padi,” kata Jokowi.

Di hadapan pendukungnya, Jokowi berjanji akan menerbitkan tiga kartu baru apabila kembali terpilih sebagai presiden pada tanggal 17 April nanti, salah satunya adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Apa itu KIP Kuliah? Jokowi menjelaskan, kartu tersebut adalah kartu yang akan diberikan kepada lulusan SMA/SMK yang berasal dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi atau akademi.

Kartu berikutnya yakni Kartu Pra Kerja. Melalui kartu ini, jelas Jokowi, nantinya baik lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi yang belum bekerja ataupun terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan diberikan pelatihan kerja agar skill calon pekerja tersebut meningkat.

“Sehingga nanti dia bisa cepat, langsung dapat pekerjaan. Untuk yang belum bekerja juga akan diberikan insentif, honor,” ujar Jokowi.

Kartu ketiga yaitu Kartu Sembako Murah. Kartu ini menyasar segmen ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

“Dengan kartu ini, kita akan dapat membeli beras, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga yang sudah didiskon. Kenapa? Karena Kartu Sembako Murah ini disubsidi,” kata Jokowi.

Jokowi menjanjikan ketiga kartu ini akan dirilis pada tahun depan apabila dia terpilih kembali, mengingat ini merupakan bagian dari program kerja dirinya dan KH Ma’ruf Amin dalam 5 tahun mendatang. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements