Takut ‘Tuyul’, Bupati Masneno Perintah Kelola Uang Pakai Sistem E-Money

Advertisements

“Agenda saya 100 Hari kerja salah satunya memerintahkan staf untuk tidak lagi mengelola keuangan daerah secara manual. Sehingga tidak ada lagi kasus kebocoran keuangan daerah. Misalnya, pemberlakuan sistem E-Money seperti yang diberlakukan dalam pembayaran E-Toll di kota-kota besar. Nanti kita terapkan dalam pembayaran pajak dan retribusi. Dan harus diawasi CCTV. Biar tidak ada yang curang,” jelas Bupati Masneno di sela-sela Pesta Syukuran Bupati dan Wakil Bupati Kupang, di rumah jabatan di Jalan Kartini, Kelapa Lima, Kupang, Minggu (7/4/2019) malam.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Bupati Kupang, Korinus Masneno, memerintahkan jajarannya untuk memerangi perilaku ‘tuyul’ (anggaran bocor akibat potongan dan pungutan tidak jelas, Red) dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Agenda saya 100 Hari kerja salah satunya memerintahkan staf untuk tidak lagi mengelola keuangan daerah secara manual. Sehingga tidak ada lagi kasus kebocoran keuangan daerah. Misalnya, pemberlakuan sistem E-Money seperti yang diberlakukan dalam pembayaran E-Toll di kota-kota besar. Nanti kita terapkan dalam pembayaran pajak dan retribusi. Dan harus diawasi CCTV. Biar tidak ada yang curang,” jelas Bupati Masneno di sela-sela Pesta Syukuran Bupati dan Wakil Bupati Kupang, di rumah jabatan di Jalan Kartini, Kelapa Lima, Kupang, Minggu (7/4/2019) malam.

E-Money Card ini, lanjutnya, dimiliki wajib pajak dan retribusi serta sudah berisikan saldo dalam jumlah tertentu.

“Jadi bayar pajak dan retribusi pakai Kartu E-Money. Tidak pakai uang tunai. Biar tidak ada potongan atau pungutan macam-macam. Sistemnya sedang dirancang, kerjasama dengan Bank NTT,” jelas Bupati Masneno.

Berikutnya, pembayaran gaji dan honor PNS tidak lagi lewat bendahara. Tapi langsung ke rekening masing-masing PNS di Bank NTT.

“Supaya saya tidak lagi dapat laporan soal potongan ini dan itu, tanpa alasan yang jelas,” tukasnya.

Prioritas lain lagi, kata Masneno, dalam program 100 Hari Kerja, ia dan Wabup Kupang, Jerry Manafe segera memasukkan dokumen RPJMD untuk dibahas dan disusun bersama DPRD Kabupaten Kupang.

“Supaya visi dan misi serta program kerja menjadi terarah dan fokus serta mendapat legitimasi politis dan dukungan financial (anggaran daerah, Red) dari DPRD Kabupaten Kupang,” tukasnya berharap. (K-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements