Syarat Dapat Beasiswa, Dekan Fisipol Ini Minta Setoran Uang dan Tubuh Bahenol

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Seorang Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) di Universitas Timor (Unimor), Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berinisial BSK mematok syarat aneh bagi calon penerima beasiswa S-1 dan S-2 di kampusnya.

Ia meminta menyetor mahar atau setoran berupa sejumlah uang, ternak sapi, babi dan kambing bahkan tubuh bahenol sang mahasiswi. Jika tidak memenuhi syarat yang dimintanya, maka yang bersangkutan tidak lolos seleksi sebagai penerima beasiswa.

“Sejak diangkat jadi Dekan Fisipol tahun 2015, Pak BSK mulai membuat aturan dan syarat tambahan yang aneh itu. Dan sudah jadi buah bibir di kampus dan bukan rahasia lagi,” kata EV sumber di kampus kepada para wartawan, pekan lalu.

“Jumlahnya tergantung kesepakatan antara mahasiswa dengan Pak Dekan,” tambahnya ketika ditanya wartawan, berapa jumlah uang dan berapa ternak yang disetor kepada oknum Dekan Fisipol tersebut.

“Bahkan bisa juga hadiah tubuh bahenol sang mahasiswi. Ada yang jadi peliharaan sang Dekan,” uangkapnya, seraya menunjukkan bukti screnshot dialog antara seorang oknum mahasiswi dengan sang Dekan melalui akun Facebook.

Sumber ini minta wartawan bertanya kepada seorang sopir pick up bernama Nong, yang sering dimintai tolong Dekan BSK untuk mengangkut ternak sapi atau babi dari rumah mahasiswa ke kediaman BSK.

“Iya benar. Baru-baru ini saya diminta tolong mengangkut satu ekor sapi milik seorang mahasiswa dari Nunpene untuk dibawa ke rumah Pak BSK,” kata Nong Jujur. Dia mengaku tidak tahu apakah sapi itu hadiah atau dibeli sang Dekan dari mahasiswa.

Dekan BSK yang dikonfirmasi terpisah di ruang kerjanya, Senin (23/7/2018), membantah keras informasi dan tuduhan tersebut.

“Itu tidak benar. Itu fitnah orang kepada saya. Sebab mereka ingin kedudukan saya. Ada teman dosen yang iri kepada saya,” tukasnya dengan nada terkejut dan sangat marah.

BSK justru menjelaskan ia sering membantu mahasiswa yang tidak mampu dari kampung-kampung untuk mendapatkan beasiswa. Dan bantuan dari padanya adalah gratis.

“Sadis juga kalau mereka fitnah saya sering minta setoran dan meniduri mahasiswi. Biar Tuhan saja yang balas perbuatan mereka,” tambahnya. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit