Sopir Angkot di Kupang Paksa Siswi SD ‘Ukur Badan’ Tiga Kali dalam Kamar Kos

“Dia minta mau ‘mimi’ susu. Saya tidak mau tapi dia paksa. Bahkan dia minta lebih. Saya menangis. Dia bilang besok baru antar saya pulang ke rumah. Tengah malam dia kasih bangun saya, minta lagi. Masih pagi gelap, dia minta lagi. Lalu saya minta antar pulang, dia bilang putar-putar cari uang makan. Nanti habis makan siang, baru antar pulang saya ke rumah,” kisah YN seraya menangis terisak.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Marthen Alfie (23), sopir bemo (angkot) di Kota Kupang, menyekap dan memaksa ‘ukur badan’ YN (12) siswi sebuah sekolah dasar di Kota Kupang, Rabu (30/1/2019) hingga Kamis (31/1/2019) pagi di sebuah kamar kos di Labat, Kota Raja. Aksi ‘ukur badan’ dilakukan sampai tiga kali.

Alfie baru berhasil dibekuk keluarga YN saat ia melintas dengan bemo Eminem yang dikemudikannya di Jalan Jenderal Soeharto, Kawasan Pasar Inpres Oepura, Kamis (31/1/2018). Korban YN saat itu juga berada di dalam bemo. Kasus ini pun langsung diadukan ke Polresta Kupang.

Kepada para wartawan di Mapolresta Kupang, YN menuturkan kisah pilu yang menimpa dirinya itu. Hari Rabu (30/1/2018) sore, ia hendak pergi ke rumah temannya di Kawasan Tofa untuk mengerjakan tugas sekolah. Namun batal karena teman yang diajaknya tidak muncul.

“Saya sudah terlanjur naik bemo. Kakak Ten (Marthen Alfie, sopir bemo, Red) ajak saya putar-putar keliling Kota Kupang. Jam 22.00 witeng malam dia bawa saya ke kos. Padahal saya minta dia antar pulang saya ke rumah. Tapi dia paksa saya ke kosnya. Dia langsung kunci pintu kamar dan kuncinya dia sembunyi,” jelas YN.

Habis makan malam, lanjut YN, ia masih minta diantar pulang. Tapi tidak digubris.

“Dia minta mau ‘mimi’ susu. Saya tidak mau tapi dia paksa. Bahkan dia minta lebih. Saya menangis. Dia bilang besok baru antar saya pulang ke rumah. Tengah malam dia kasih bangun saya, minta lagi. Masih pagi gelap, dia minta lagi. Lalu saya minta antar pulang, dia bilang putar-putar cari uang makan. Nanti habis makan siang, baru antar pulang saya ke rumah,” kisah YN seraya menangis terisak.

“Saya tidak tahu kalau dia masih sekolah di SD. Saya kira dia sudah siswa SMA,” kilah Marthen Alfie, ketika ditanya wartawan kenapa nekat meniduri siswi SD. Pria asal SoE, Kabupaten TTS ini mengaku kilaf dan siap bertanggungjawab secara hukum.

Ibunda YN, di Mapolresta Kupang mengaku sangat terpukul atas musibah yang dialami anak perempuannya.

“Dia masih terlalu kecil. Belum tahu apa-apa. Rusak sudah masa depannya. Saya minta ini diproseshukum,” tandasnya. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit