Oknum Pejabat Jual-Beli SK Kontrak: Barter dengan Tanah, Sapi, Babi dan Telur Ayam

Advertisements

Ilustrasi

“Beliau tidak minta tanah. Mungkin karena tahu saya anak dari luar daerah. Jadi tidak punya tanah. Saya juga tidak punya uang di tangan. Saya cuma kasih babi satu ekor. Karena kebetulan pelihara babi di halaman belakang kontrakan. Lucunya, saya juga punya ayam sedang bertelur di loteng kandang babi. Beliau rogoh bawa itu telur ayam juga,” cerita salah satu tenaga kontrak yang dihubungi wartawan, Selasa (7/5/2019) siang.

OELAMASI, HALAMANSEMBILAN.COM – Diduga ada oknum pejabat di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Naibonat sering ‘jual-beli’SK kontrak pegawai honor/kontrak di instansinya masing-masing.

“Saya dapat laporan ada oknum pejabat di tiga instansi yang sering jual-beli SK Kontrak atau tenaga honor. Minta uang dan barang. Pokoknya macam-macam permintaannya,” sindir Wabup Kupang, Jerry Manafe, saat menggelar tatap muka dengan 113 kepala sekolah SLTP  se-Kabupaten Kupang di Kantor Bupati Kupang, Senin (6/5/2019) siang.

“Kalau mereka minta lagi, beritahu saya. Nanti saya sikat mereka. Yang begini tidak boleh dibiarkan,” pinta Manafe dengan nada tinggi.

Ia membeberkan, ada tenaga kontrak yang sudah belasan tahun bekerja, tapi kemudian tidak terima SK Kontrak tahun berikutnya. Sebab ada tenaga kontrak baru yang masuk menggantikan setelah memberikan ‘upeti’ kepada oknum pejabat.

“Saya minta Dinas-Dinas jangan main-main soal ini. Saya dengar kasus paling banyak di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum. Ada juga di Dinas Pendidikan,” tukas Manafe kesal.

Manafe mengatakan akan mengevaluasi sistem perekrutan tenaga kontrak. Bahkan bila mungkin, perekrutan ditiadakan untuk tahun berikutnya mengingat beban keuangan daerah yang semakin berat.

Ilustrasi

Informasi yang diperoleh wartawan, kasus dugaan jual-beli SK Kontrak ini sudah berlangsung lama sejak masa kepemimpinan mantan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Bahkan kasus ini juga disoroti beberapa fraksi dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kupang saat itu.

Saat itu Bupati Kupang, Ayub Titu Eki sangat berang dan mengancam akan mencopot jabatan oknum pejabat tersebut. Namun kemarahan Ayub Titu Eki tidak ditindaklanjuti dengan investigasi tim Banwasda Kabupaten Kupang. Hingga kasus ini tenggelam. Kini aroma tak sedap itu tercium lagi oleh Wabup Kupang, Jerry Manafe.

“Beliau tidak minta tanah. Mungkin karena tahu saya anak dari luar daerah. Jadi tidak punya tanah. Saya juga tidak punya uang di tangan. Saya cuma kasih babi satu ekor. Karena kebetulan pelihara babi di halaman belakang kontrakan. Lucunya, saya juga punya ayam sedang bertelur di loteng kandang babi. Beliau rogoh bawa itu telur ayam juga,” cerita salah satu tenaga kontrak yang dihubungi wartawan, Selasa (7/5/2019) siang.

Sumber ini mengaku mendengar teman-teman pegawai kontrak juga memberikan upeti. Ada yang kasih tanah, uang, sapi dan babi.

“Tapi saya tidak lihat langsung. Cuma dengar curhatan mereka saja,” tukasnya. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements