Malas Masuk Kantor, 143 ASN Dihukum Gubernur Laiskodat Pakai Rompi Oranye

Advertisements

“Saya tidak bermaksud untuk mempermalukan Anda. Saya cuma ingin memberi efek jera, supaya tidak mengulangi lagi dan semakin disipilin,” tandas Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, dalam sambutannya di apel kesadaran Senin (7/1/2019) pagi.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat memberi hukuman kepada 143 aparatur sipil negara (ASN) dengan cara berdiri di bawah tiang bendera seraya mengenakan rompi warna oranye. Pada rompi tersebut tertulis kalimat yang berbunyi: “Saya Tidak Disiplin.”

Hukuman itu dipertontonkan kepada semua ASN termasuk para pejabat yang mengikuti apel kekuatan hari pertama kerja di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (7/1/2018) pagi.

Ratusan ASN ini dinilai malas masuk kerja dengan akumulasi kehadiran yang sangat rendah sejak bulan Oktober 2018 hingga hari pertama kerja di bulan Januari 2019. Mereka diidentifikasi dari 37 SKPD di lingkup Pemprov NTT.

“Saya tidak bermaksud untuk mempermalukan Anda. Saya cuma ingin memberi efek jera, supaya tidak mengulangi lagi dan semakin disipilin,” tandas Gubernur Laiskodat, dalam sambutannya di apel kesadaran Senin pagi.

Herannya, meski ditonton hampir 500 ASN dan para pejabat, beberapa oknum ASN tidak merasa malu. Wajah mereka tampak ceria dan sesekali melempar senyum gembira bahkan bangga seakan mendapat hadiah terindah. Ada yang bercakap-cakap bersama temannya seraya tersenyum senang. Bahkan diantara mereka, ada yang mengabadikan moment tersebut dengan berselfie ria seraya memasang ekspresi wajah tersenyum gembira.

“Memang manusia muka badak. Su kena hukuman, bukannya malu tapi berselfie ria seraya melempar senyum dan tawa bangga. Dasar kampungan,” sergah beberapa warganet ketika gambar kelakuan oknum ASN itu terpampang jelas di akun facebook dan twitter. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements