Kapolda NTT Janji Proses Pidana dan Beri Sanksi Internal

Advertisements

  • Kasus Oknum Anggota ‘Ukur Badan’ Dengan Pejabat RSU Siloam Kupang
Wadir Reskrimum Polda NTT AKBP Anthon CH Nugroho beraudiensi dengan Forum Komunikasi Perjuangan dan Pemerhati Hak Perempuan (Forkom P2HP) NTT di ruang gelar perkara Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT pada Selasa (14/5/2019) siang

“Proses pidana sedang berjalan. Tim penyidik sedang memeriksa dua orang saksi dari Sumba Barat, guna melengkapi BAP. Secepatnya dinaikkan statusnya setelah gelar perkara. Nanti setelah putusan hukum, diikuti dengan sidang Kode Etik sebagai sanksi internal untuk yang bersangkutan,” jelas AKBP Anton Nugroho, ketika menanggapi pertanyaan Ketua Forkom P2HP), Ny. Mien Hayon Patimangoe dan anggota soal kelanjutan penyidikan kasus perzinahan yang menghebohkan itu.

KUPANG, HALAMANSEMBIAN.COM – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen (Pol) Drs. Raja Erizman berjanji akan menindak tegas oknum anggota Polda NTT, MMM, yang ditangkap melakukan perzinahan dengan Ny. TIR, oknum pejabat RSU Siloam Kupang, yang masih berstatus istri orang.

Janji Kapolda NTT ini disampaikan melalui Wakil Direktur (Wadir) Reskrimun Polda NTT, AKBP Anthon CH. Nugroho, saat beraudensi dengan Forum Komunikasi Perjuangan dan Pemerhati Hak Perempuan (Forkom P2HP) NTT di ruang gelar perkara Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT pada Selasa (14/5/2019) siang.

“Proses pidana sedang berjalan. Tim penyidik sedang memeriksa dua orang saksi dari Sumba Barat, guna melengkapi BAP. Secepatnya dinaikkan statusnya setelah gelar perkara. Nanti setelah putusan hukum, diikuti dengan sidang Kode Etik sebagai sanksi internal untuk yang bersangkutan,” jelas AKBP Anton Nugroho, ketika menanggapi pertanyaan Ketua Forkom P2HP), Ny. Mien Hayon Patimangoe dan anggota soal kelanjutan penyidikan kasus perzinahan yang menghebohkan itu.

Ketua Forkom P2HP, Ny. Mien Hayon Patimangoe (paling kiri) bertanya kepada Wadir Reskrimun Polda NTT, AKBP Anton Ch. Nugroho soal penyidikan kasus perzinahan oknum anggota Polda NTT berinisial MMM dengan Ny. TIR, oknum pejabat di Rumah Sakit Siloam Kupang

Ketua Forkom P2HP NTT juga mempertanyakan kenapa oknum anggota Polda NTT, MMM dan Ny. TIR tidak ditahan dan dijebloskan ke sel, padahal MMM pernah disel karena pengaduan suami Ny. TIR. Penyidik Polda NTT dinilai Forkom P2HP NTT telah berlaku tidak adil dan terkesan ‘pilih kasih’.

“Yakinlah bahwa kita akan selesaikan, tidak ada polisi bela polisi, di mata hukum semua sama, kalau salah ya ditindak,” tandas Anthon.

Sebelumnya diberitakan, Ny. TIR, seorang pejabat di Rumah Sakit Siloam Kupang, ditangkap Tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda NTT saat sedang asyik ‘ukur badan’ dengan oknum polisi dari Polda NTT berinisial MMM di sebuah kamar kontrakan di Kayu Putih, Kota Kupang, 2 Mei 2019 lalu.

Ny. TIR telah mempunyai 2 orang anak dan suaminya bekerja sebagai dosen di Poltekes Kemenkes Kupang berinisial SK (44). Sedangkan MMM juga telah memiliki istri bernama EL dan telah memiliki anak berusia belasan tahun.

“Iya benar informasi itu. Tim Bidpropam Polda NTT telah menangkap dua orang itu, Ny. TIR dan seorang oknum anggota Polda NTT berinisial MMM di sebuah kamar kos tanggal 2 Mei 2019 malam. Keduanya sementara diperiksa termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi. Kasus ini akan diproses sampai tuntas,” jelas Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (6/5/2019).

Ny. El, istri sah dari MMM kepada wartawan mengungkapkan ia tahu suaminya selingkuh dengan Ny. TIR, seorang pejabat di RSU Siloam Kupang, ketika tidak sengaja membaca isi pesan WhatsApp (WA) di telepon genggam milik suaminya.

“Ada panggilan sayang. Dan isi WA dari Ny. TIR sangat tidak pantas dikirimkan kepada seorang pria yang telah beristri dan punya anak yang sudah berusia remaja. Sangat tidak pantas,” jelas Ny. El, dengan mata berkaca-kaca karena menahan tangis.

Ketika soal ini ditanyakan Ny. El kepada suaminya, justru ia mendapat perlakuan kasar.

“Dia membantah. Kadang suami emosi dan dilampiaskan dengan memukuli saya dan anak-anak,” ungkap Ny. El.(ade/k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements