Kakak Kelas Aniaya Yunior Gara-Gara Pakai Sepatu Boneng dan Berambut Cepak, Videonya Viral di Medsos

Advertisements

“Kakak kelas tersinggung dan murka karena lihat saya pakai sepatu boneng seperti tentara. Teman saya juga berambut cepak seperti aparat TNI. Dia bilang, apakah kami ini jago dan mau menantang dia?,” kisah dua korban kepada wartawan, Rabu (12/6/2019) di Maumere.

MAUMERE, HALAMANSEMBILAN.COM – Dua siswa kelas I SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere, berinisial EAN dan SNI, dianiaya oleh dua kakak kelasnya, berinisial YROB dan RF Senin (10/6/2019) di lapangan sekolah dan di sebuah warung dekat sekolahnya.

EAN dan SNI ditendang, ditonjok ulu hati serta pipinya ditampar berkali-kali oleh kedua seniornya. Kedua korban tidak membalas sedikitpun padahal sampai terjatuh karena meringgis menahan rasa sakit akibat dianiaya.

“Kakak kelas tersinggung dan murka karena lihat saya pakai sepatu boneng seperti tentara. Teman saya juga berambut cepak seperti aparat TNI. Dia bilang, apakah kami ini jago dan mau menantang dia?,” kisah dua korban kepada wartawan, Rabu (12/6/2019) di Maumere.

Ketika dianiaya, lanjut kedua korban, kakak kelas yang lain memvideokan sambil tertawa mengejek. Peristiwa penganiayaan itu terjadi sekitar 30 menit lamanya saat mereka bergegas hendak pulang sekolah.

“Malam hari, kami ditanya keluarga dan orangtua karena videonya viral di Facebook. Kami pun mengaku terus terang,” tambah keduanya.

Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere, Minsri Sadipun, yang dihubungi terpisah, mengaku telah mempertemukan orangtua pelaku penganiayaan dan anaknya dengan pihak korban di sekolah, Rabu pagi.

“Dan saya sudah beritahu mereka bahwa pelaku dan siswa yang memvideokan dan yang menyebarkan di WA dan medsos, diberi sanksi berat dan tegas. Yakni mereka diberhentikan dari sekolah. Ini keputusan final,” tandasnya.

Empat siswa yang diberhentikan dari sekolah adalah YROB dan RF, DLD merekam vidio dan AAN yang menguploap ke history WA.

“Sudah 20 tahun sekolah ini didirikan, budaya kekerasan tidak pernah diajarkan di sini. Saya sampai kaget sekali sekaligus malu besar. Sebab nama baik sekolah ini sudah tercoreng. Ini juga bisa menyebabkan minat siswa mendaftar jelang tahun ajaran baru, bisa menurun drastis,” keluh Sadipun.

Meski penganiayaan itu terjadi di luar jam sekolah, Sadipun bersikeras tetap memecat empat siswanya. Alasannya, para pelaku masih mengenakan seragam sekolah lengkap sehingga dikenal oleh publik.

Pantauan wartawan, video berdurasi 30 detik itu masih tetap ada di linimasa Facebook dan sudah ditonton 11.670 kali oleh warganet dan dibagikan sampai 431 kali. (k-6)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements