Ibu Rumah Tangga Ditemukan Tewas di Hutan dan Dikerubuti Belatung

“Korban pertama kali ditemukan dua remaja yang sedang berburu burung di pohon pada Kawasan Hutan Fatukanutu,” jelas Kapolres Kupang AKBP Indra Gunawan, S.IK melalui Kasatreskrim Iptu Samson Amalo, S.H, M.H, ketika dihubungi lewat pesan WhatsApp-nya.

Ilustrasi penemuan mayat wanita di hutan

OELAMASI, HALAMANSEMBILAN.COM – Ny. Saimina Masneno (45), ditemukan tewas mengenaskan di Kawasan Hutan Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Jumat (9/11/2018), setelah menghilang dari rumah selama 2 minggu.

“Korban pertama kali ditemukan dua remaja yang sedang berburu burung di pohon pada Kawasan Hutan Fatukanutu,” jelas Kapolres Kupang AKBP Indra Gunawan, S.IK melalui Kasatreskrim Iptu Samson Amalo, S.H, M.H, ketika dihubungi lewat pesan WhatsApp-nya.

Korban, lanjut Amalo, adalah warga yang beralamat di RT 012 RW 006 Dusun III, Desa Tesbatan I, Kecamatan Amarasi.

“Menurut keterangan keluarganya, korban selama ini dikenal sebagai orang yang mengidap sakit gangguan jiwa. Apabila lagi kambuh, akan pergi meninggalkan kampungnya hingga berhari-hari,” jelas Amalo.

Tentang kronologi penemuan korban, beber Amalo, bermula dari kebiasaan dua atas nama Afred Tipnoni dan Marsel pergi menembak burung yang sedang tidur di dahan pohon, Kamis (8/11/2018) malam, sekitar pukul 19.00 witeng.

Saat menyorotkan lampu senter ke jalan setapak dalam hutan, mereka melihat ada mayat perempuan tergeletak di tanah. Karena takut, mereka berlari pulang dan menceritakan kepada ayahnya, Ferdinan Tipnoni.

“Kamu dua mungkin sedang diganggu setan. Besok pagi baru kita cek lagi, apakah itu mayat atau karena memang kamu dua diganggu setan,” kata Amalo menirukan penolakan sang ayah atas permintaan dua anaknya untuk segera memeriksa ke hutan, malam itu.

Jumat pagi, dua remaja itu ditemani ayah mereka, pergi memeriksa ke hutan. Dan ternyata benar, ada tubuh mayat wanita tergeletak di pinggir jalan setapak di tengah hutan. Lalu temuan itu disampaikan kepada aparat Pospol Fatukanutu.

“Petugas sudah turun memeriksa di TKP dan hendak melakukan otopsi. Namun keluarga korban menolak dan menganggap kematian itu adalah takdir. Mayat sudah dikuburkan di kampung halamannya di Desa Tesbatan,” pungkas Amalo. (*)

Laporan & Editor: Julinus Akoit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here