Gerri dan Aldi Paksa Minta Hadiah Valentine Day, Bunga Serahkan ‘Mahkota’ Kegadisannya

Advertisements

“Gerri memaksa Bunga untuk menyerahkan ‘mahkota’ kegadisannya sebagai hadiah Valentine Day. Karena dipaksa dan diancam terus, Bunga terpaksa meladeni permintaan Gerri untuk melakukan hubungan badan,” jelas Bripka Usfinit.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Seorang gadis di bawah umur, sebut saja namanya Bunga (15), dipaksa menyerahkan kegadisannya kepada dua pemuda Gerri dan Aldi sebagai ‘hadiah’ Valetine Day, usai mengikuti pesta Valentine Day di Kelurahan Oesapa, 14 Februari 2019 lalu.

Kasus ini kemudian dilaporkan ibunda dari korban ke Mapolresta Kupang, 19 Februari 2019 lalu. Bunga dan ibunya sudah dimintai keterangan dan dua saksi lainnya.

“Selasa (12/3/2019) pagi ini, dua pelaku Gerri dan Aldi akan diperiksa penyidik,” jelas Kasatreskrim Polresta Kupang, Iptu Bobby Jacob Moynafi melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Bripka Brigita N Usfinit, S.H.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 81 dan 82 KUHP dengan ancaman 5 tahun hingga 15 tahun kurungan penjara.

Tentang kronologinya, Bripka Usfinit mengisahkan pada tanggal 14 Februari 2019, Gerri mengajak Bunga mengikuti pesta Valentine Day di Kelurahan Oesapa. Usai pesta, Gerri bukannya mengantar pulang Bunga tetapi memaksa Bunga tidur di rumah tante Gerri.

“Gerri memaksa Bunga untuk menyerahkan ‘mahkota’ kegadisannya sebagai hadiah Valentine Day. Karena dipaksa dan diancam terus, Bunga terpaksa meladeni permintaan Gerri untuk melakukan hubungan badan,” jelas Bripka Usfinit.

Pagi harinya, Bunga takut pulang ke rumah. Ia meminta Gerri mengantar ke rumah temannya di Kawasan Matani. Kemudian datang Aldi menjemput Bunga di rumah temannya di Matani. Bunga pun dibawa Aldi ke Kawasan UPT Pertanian di Kelurahan Air Nona. Lagi-lagi, Aldi meminta dengan ancaman ‘hadiah’ Valentine Day. Terpaksa Bunga kembali ditiduri Aldi. (K-1).

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements