Gedung SDN Oli’o Mirip Kandang Sapi: Ruang Kelas Penuh Lumpur dan Genangan Air

“Saya sudah ajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang. Dijawab tahun depan. Pergi lagi ke sana, dijawab tahun depan. Pergi lagi, jawabnya tahun depan. Saya sudah pasrah. Ada juga anggota Dewan dari pusat, ada juga pejabat dari Kemendikbud RI. Mereka datang foto-foto. Habis itu hilang, sampai sekarang tidak ada kabar. Gedung sekolah ini, sedikit lagi sudah ambruk,” keluh Kepala Sekolah Dasar Negeri Oli’o, Ny. Sofeny J. Adu, S.Pd, Rabu (23/1/2019).

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oli’o di Kupang Timur, Kabupaten Kupang mirip kandang sapi. Di musim hujan, lantai ruang kelas berlumpur akibat tergenang air hujan yang menerobos masuk dari atap yang bocor.

“Saya sudah ajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang. Dijawab tahun depan. Pergi lagi ke sana, dijawab tahun depan. Pergi lagi, jawabnya tahun depan. Saya sudah pasrah. Ada juga anggota Dewan dari pusat, ada juga pejabat dari Kemendikbud RI. Mereka datang foto-foto. Habis itu hilang, sampai sekarang tidak ada kabar. Gedung sekolah ini, sedikit lagi sudah ambruk,” keluh Kepala Sekolah Dasar Negeri Oli’o, Ny. Sofeny J. Adu, S.Pd, Rabu (23/1/2019).

Ia menuturkan, beberapa kali ia harus ‘mengemis’ ke lembaga donor. Beruntung bantuan dana datang dari PNPM. Tiga ruang kelas akhirnya dibangun permanen dengan dana hampir Rp 300 juta.

“Sisa tiga ruang kelas masih darurat dan hampir roboh. Ruang kelas darurat itu digunakan siswa kelas I sampai Kelas III,” jelas Ny. Adu.

Gedung sekolah itu, lanjutnya terletak di jantung kota dari Ibukota Kabupaten Kupang dan di pinggir Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT. Namun pemerintah belum memberikan perhatian yang maksimal.

“Pernah ada bantuan dana dari Kemendikbud RI sebesar Rp 1 Miliar lebih. Namun dialihkan ke sekolah lain. Alasannya karena jumlah murid saya belum mencapai syarat minimal 200 orang. Saya minta dibagi dua, tapi oknum pejabat itu tidak mau. Padahal sekolah yang mendapat pengalihan dana itu, mempunyai gedung permanen dan masih baru,” keluhnya.

Januario Segurado da Silva, salah satu guru yang dihubungi terpisah, membenarkan kondisi tersebut.

“Saya prihatin karena anak-anak belajar dalam gedung darurat. Musim hujan begini, sangat riskan. Atap bocor, lantai berlumpur karena tergenang air. Saya takut gedung darurat itu roboh menimpa anak-anak,” jelasnya.

Berlin Henuk, Katrin Koeanan, Chanie C. Koeanan, Jesika Kleing, Wentri Hau dan Yudivan Aluman, beberapa siswa SDN Oli’o mengeluhkan hal yang sama.

“Kami belajar tidak tenang. Takut gedung darurat itu roboh menimpa teman-teman dan guru di kelas. Kami minta tolong Bapak Bupati Kupang untuk bangun gedung baru,” pinta mereka.

“Sekolah ini mirip kandang sapi punya bapak saya di rumah. Kami malu diejek kawan-kawan dari sekolah lain,” timpal seorang siswa.

SDN Oli’o didirikan 17 Juni 2015 dengan nomor register: NSS 101240103009 dan NPSN:50306442. Mempunyai 4 guru PNS, 3 guru kontrak daerah dan 3 guru komite. Jumlah siswa 120 orang. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit