Gara-Gara Rebutan Cowok, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP Hingga Muntah Kuning

Advertisements

Korban ditinju, ditendang, diseret dan kepalanya dibentur-benturkan di aspal jalanan serta ditelanjangi. Alat kemaluan korban juga sempat dicolok pakai jari oleh salah satu pelaku hingga menimbulkan rasa sakit luar biasa. Kasus ini menjadi viral dan trending topic di medsos.

PONTIANAK, HALAMANSEMBILAN.COM – Siswi SMP Pontianak, Au (14) jadi korban pelampiasan amarah 12 siswi SMA dari tiga sekolah berbeda, Jumat (29/3/2019) lalu. Ia dikeroyok sampai muntah kuning dan harus diopname di rumah sakit setempat.

Korban ditinju, ditendang, diseret dan kepalanya dibentur-benturkan di aspal jalanan serta ditelanjangi. Alat kemaluan korban juga sempat dicolok pakai jari oleh salah satu pelaku hingga menimbulkan rasa sakit luar biasa. Kasus ini menjadi viral dan trending topic di medsos.

Menanggapi viralnya kasus yang menimpa seorang siswi Pontianak, Au yang diduga menjadi korban pengeroyokan siswi SMA, dukungan demi dukungan mengalir bagi korban. Bahkan kasus ini dibuatkan PETISI #JusticeForAudrey Menuju 200 Ribu, Siswi SMP Dikeroyok Brutal 12 Siswa SMA di Kota Pontianak

Selain itu Hotman Paris turut angkat suara.

Melalui instagramnya, @hotmanparisofficial ia merespon kasus tersebut bahkan ia siap berjuang mencari keadilan bagi korban.

“Minta no hp keluarga korban?? Ayok kita berjuang agar pelaku di adili,”tulisnya, Selasa (9/4/2019) malam.

Dalam unggahannya, Hotman yang saat ini tengah mengupayakan berkomunikasi dengan keluarga korban mengunggah informasi dari netizen yang menyertakan tagar #JusticeForAudrey.

Bagaimana kronologi kasus yang menjadi trending topic Nomor 1 di Twitter di ini?

Pengeroyakan terhadap Au, bermula saat korban dijemput satu di antara oknum di kediaman kakeknya.

Oknum terduga pelaku yang merupakan siswi pelajar SMA ini meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya, P dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

Au yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu dan menemui P bersama oknum terduga pelaku.

Au yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu dan menemui P bersama oknum terduga pelaku.

Setelah bertemu P, oknum yang menjemput ternyata tak sendiri.

Ada empat orang lain yang kemudian membawa Au dan P ke tempat sepi di Jalan Sulawesi.

Kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan oknum berinisial D.

Sementara tiga teman D melakukan kekerasan terhadap Au.

Korban dibully, rambutnya dijambak dan disiram menggunakan air.

Bahkan kepala korban dibenturkan ke aspal, dan perut korban diinjak.

Ada tiga oknum yang diduga melakukan kontak fisik dengan korban Au.

Sementara itu, ada sembilan siswi lain yang menyaksikan kejadian tersebut, sambil tertawa, tanpa berupaya menolong korban.

Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi dan di Taman Akcaya.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku meninggalkan korban begitu saja.

Sebelum meninggalkan korban, pelaku sempat menyampaikan ancaman agar apa yang dialami korban tak mengadukan apa yang dialami.

“Ada ancaman pelaku bahwa kalau sampai mengadu ke orangtuanya, akan mendapatkan perlakuan lebih parah lagi,” kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Menurut Tumbur, persoalan awalnya dipicu masalah cowok.

Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, mantan pacar kakak sepupu korban ini sekarang pacaran dengan oknum pelaku penganiayaan ini.

Mereka ribut di media sosial, saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, korban mengalami muntah.

Bahkan saat ini korban bahkan dirawat di rumah sakit dan sudah dilakukan rontgen tengkorak kepala dan dada.

Penganiayaan yang dilakukan pelaku juga membuat korban mengalami trauma.

Menurut keterangan keluarga korban, Au sering mengigau seolah-olah masih dalam penganiayaan.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke jalur hukum, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

Keluarga korban juga menolak upaya mediasi yang ingin dilakukan oleh siapapun.

Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Pontianak Selatan.

“Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya,” ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Inayatun Nurhasanah menyampaikan, pihaknya akan memanggil orangtua korban. (ade/kumparan)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements