Gara-Gara ‘Begal Mimi’, Sumardin Tewas dan Narma Dijebloskan ke Penjara

Advertisements

“Iya tuh! Dari keterangan tersangka, korban tewas dikeroyok karena membegal ‘mimi’ (payudara, Red) wanita. Keluarga wanita tidak terima lalu mencari pelaku dan terjadilah pengeroyokan,” jelas Kapolsek Medan Barat Kompol Choky S Meliala kepada para wartawan.

MEDAN, HALAMANSEMBILAN.COM – Sumardin (26), warga Jalan Sekata, Lorong 6, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sumatera Utara, tewas dikeroyok massa Rabu (3/4/2019) lalu.

Pria pengangguran ini akhirnya tewas mengenaskan di RSU Imelda Medan setelah dikeroyok massa. Ia dikeroyok karena suka ‘begal mimi’ (tanpa izin remas payudara wanita, Red).

“Iya tuh! Dari keterangan tersangka, korban tewas dikeroyok karena membegal ‘mimi’ (payudara, Red) wanita. Keluarga wanita tidak terima lalu mencari pelaku dan terjadilah pengeroyokan,” jelas Kapolsek Medan Barat Kompol Choky S Meliala kepada para wartawan.

Kronologinya, papar Kompol Choky, gadis belia berinisial EDS dalam perjalanan pulang sekolah, dihadang pelaku. Tanpa permisi, pelaku meremas kedua ‘mimi’ EDS. Gadis belia ini pun menangis dan melapor kepada dua saudara kandungnya setelah tiba di rumah.

Zulkifi dan Deni Rahmadan, dua kakak korban marah lalu mencari pelaku di kediamannya. Kedua pria ini juga mengajak sepupu mereka, yaitu Bahriansa dan Badu.

“Saat ketemu pelaku, empat pemuda ini menganiaya sampai pelaku sekarat. Lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun beberapa jam kemudian tewas,” kata Kompol Choky.

Polisi yang mendengar informasi pengeroyokan ini bergerak cepat dan menangkap 3 pelaku. Satu pelaku atas nama Zulkifi melarikan diri dan masih dicari-cari polisi.

Kasus serupa juga terjadi di Buleleng, Provinsi Bali. Pelaku bernama Cening Narma (47) asal Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Pria beristri ini meremas payudara istri tetangga kosnya, Ni Kadek Sri Astuti (41).

Aksi tak senonoh yang dilakukan Narma ini terjadi pada Rabu (27/3) sekitar pukul 00.30 wita, di sebuah kamar kos yang ditempati korban Sri Astuti di jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Buleleng.

Saat itu, antara korban dan tersangka Narma sempat janjian akan bertemu di kamar kos korban pukul 00.00 wita, untuk menangih uang kembalian milik tersangka sebesar Rp20 ribu.

Kebetulan antara korban dan tersangka memang satu areal kos. Padahal, antara korban dan pelaku sudah sama-sama memiliki pasangan, hanya saja si korban sedang pisah ranjang dengan suaminya. Sekitar pukul 00.30 wita, tersangka datang dengan menggedor pintu kamar korban yang membuat korban terbangun dan membukakan pintu.

Karena sudah saling kenal, tersangka langsung meminta sisa uang dari korban sebesar Rp 20 ribu karena sebelumnya tersangka sempat menyuruh korban membeli beras. Korban pun langsung menyerahkan sisa uang itu kepada tersangka.

Saat akan menutup pintu, tiba-tiba tersangka mendorong pintu dan memeluk korban dari belakang dan menjatuhkan korban diatas tempat tidur milik korban. Saat itu tersangka Cening meraba kedua payudara korban dan mencium leher korban.

Tidak terima kejadian itu, korban langsung melaporkan tersangka Narma ke Mapolsek Kota Singaraja. Ketika dibawa polisi, tersangka Narma hanya bisa tertunduk malu sembari senyum-senyum. Cening mengaku, nekat melakukan itu karena nafsu. (ade/suara.com)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements