Gara-Gara ‘Ada Cinta di Tikungan’, Juragan Tembakau Tewas Dicangkul

Advertisements

  • Terungkap Istri dan dan Selingkuhannya Oknum Polisi Brigpol Permadi DW Jadi Otak Pembunuhan

“Latar belakang pembunuhan ‎berencana ini adalah asmara antara N dan Permadi. Keduanya merupakan otak dari aksi keji ini,” kata Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi, saat ditemui di Mapolres setempat, Kamis (21/3/2019).

TEMANGGUNG, HALAMANSEMBILAN.COM – Masyarakat di Temanggung heboh dengan penemuan mayat seorang pengusaha tembakau dan pupuk.

Korban bernama Tjiong Boen Siong (64) yang tinggal di Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung.

Setelah diselidiki, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Temanggung dan tim Jatanras Polda Jateng, menemukan fakta bahwa Tjiong Boen Siong merupakan korban pembunuhan.

Tjiong Boen Siong dibunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh istrinya sendiri, Nurtafia.

Polisi telah meringkus tiga orang, yaitu Nurtafia, Permadi DW yang merupakan oknum polisi, serta Indarto.

Sedangkan satu orang berinisial A sampai sekarang masih diburu polisi.

Berikut informasi soal sejumlah fakta kasus pembunuhan yang menghebohkan itu

Nurtafia (30) merupakan istri korban, sementara Permadi DW adalah Pria Idaman Lain (PIL) Nurtafia.

“Latar belakang pembunuhan ‎berencana ini adalah asmara antara N dan Permadi. Keduanya merupakan otak dari aksi keji ini,” kata Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi, saat ditemui di Mapolres setempat, Kamis (21/3/2019).

AKP Dwi menambahkan jika keduanya telah menjalin hubungan saat Permadi ingin memulai bisnis temabakau.

“N dan Permadi telah menjalin hubungan khusus selama dua tahun belakangan ini,” ucap Dwi.

Tak hanya menjalin hubungan asmara, mereka bahkan telah merencanakan pernikahan.

Keberadaan Boen Siong yang merupakan suami Nurtafia dianggap sebagai menghalang.

Sejoli ini sepakat untuk menghabisi nyawa korban dengan menyewa pembunuh bayaran, yakni Indarto dan A.

“Atas aksinya, Indarto dan A mendapat imbalan Rp20 juta.”

“Uang itu atas pemberian N, yang diambil dari korban,” jelas Dwi.

Nurtafia dan Permadi menyusun rencana pembunuhan pengusaha tembakau tersebut.

Dua suruhannya mengh‎ubungi korban, dengan dalih hendak membeli pupuk cair.

Menurut kesepakatan, pupuk akan diserahterimakan di sekitar Kecamatan Bulu, di pinggir jalan raya Parakan-Temanggung.

Korban pun keluar rumah mengendarai mobil bak terbuka ke tempat yang disepakati. ‎

“Saat korban turun dari mobil hen‎dak mengambil pupuk,”

“kepalanya langsung dipukul menggunakan gagang cangkul sebanyak dua kali di bagian tengkuk dan kepala belakang,” urai Dwi.‎

Kemudian korban dimasukkan ke dalam mobil Xenia ‎warna hitam BE 2433 YS.

Indarto dan A membawa korban ke area kebun kopi di wilayah Kecamatan Candiroto, Temanggung, untuk dibuang.

Mereka menunggu hingga korban dipastikan telah tewas.

Pengungkapan perkara ini bermula saat keluarga korban datang melapo‎r ke Polsek Parakan, pada Kamis (14/3/2019) lalu.

Keluarga membuat laporan orang hilang, lantaran Boen Siong tak kunjung pulang setelah pergi dari rumah, dengan mengendarai mobil pick-up Mitsubishi Colt 120 SS warna hitam.

Usai mendapat laporan, polisi mulai melakukan penyelidikan.

Penyelidikan mulai menemui titik terang saat petugas menemukan mobil korban di sekitar perkebunan teh Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten ‎Wonosbo.

Selain itu, dari hasil penyelidikan, polisi mencurigai keterlibatan istri korban.‎

Petugas lalu mencokok ibu satu orang anak hasil pernikahannya dengan korban, pada Selasa (19/3/2019) malam.

Selanjutnya, polisi meringkus Permadi dan Indrato di tempat terpisah.

“Mayat korban di‎temukan pada Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 03.00 oleh petugas, dengan kondisi sudah membusuk.”

“Jenazah korban ditemukan oleh petugas, dari pengakuan para tersangka,” ucapnya Dwi.

Setelah divakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Temanggung untuk diautopsi‎.

Kasus pembunuhan berencana terhadap Tjiong Boen Siong ini, menjadi perhatian luas netizen di Kota Tembakau.

Dalam postingannya, akun tersebut menyebut Permadi adalah oknum polisi berpangkat Brigadir, yang bertugas di Polsek Kranggan, jajaran Polres Temanggung.

Bahkan, postingan itu juga menyertakan foto ‎Permadi yang masih mengenakan seragam polisi, bersama tersangka Nurtafia.

Brigadir Permadi saat ini sudah diamankan dan dibawa ke Polda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, mengaku belum mengetahui informasi pemindahan Brigadir Permadi ke tahanan Polda Jateng.

“Kalau pemindahannya saya belum dapat konfirmasi, saya cek ke Propam dulu,” ujar Agus, Kamis (21/3/2019).

Agus menyebut, proses internal sudah menanti Brigadir Permadi yang telah menjadi otak pembunuhan juragan tembakau tersebut.

Proses sidang kode etik akan dihadapi oleh Brigadir Permadi setelah status hukum pidana umum nantinya telah dinyatakan inkrah.

“Kalau proses sidang kode etik tetap menunggu pidana umumnya inkrah dulu,” ujar Agus. (ade/grid.id)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements