Gaji Istri Diblokir, Guru SMK di Sumba Hajar Bendahara Sampai Babak Belur

Advertisements

“Iya benar, bendahara gaji yang bertugas di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dianiaya oleh oknum guru SMK Negeri Wejewa Barat. Kasusnya sudah dilaporkan ke polisi dan sementara diproses,” jelas Kadis Dikbud Kabupaten Sumba Barat Daya, Ny. Yohana Linga Lango, Rabu (6/2/2019).

TAMBOLAKA, HALAMANSEMBILAN.COM – TBT (48), oknum ASN yang bertugas sebagai guru di SMK Negeri Wejewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menganiaya bendahara gaji di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, karena kesal gaji istrinya diblokir di Bank NTT.

Kasus ini terjadi pertengahan bulan Januari 2019 lalu, dan sudah dilaporkan ke Polsek Loura untuk diproses hukum.

“Iya benar, bendahara gaji yang bertugas di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dianiaya oleh oknum guru SMK Negeri Wejewa Barat. Kasusnya sudah dilaporkan ke polisi dan sementara diproses,” jelas Kadis Dikbud Kabupaten Sumba Barat Daya, Ny. Yohana Linga Lango, Rabu (6/2/2019).

Tentang kronologinya, Ny. Yohana mengisahkan istri pelaku bernama Ny. RYK, sudah 4 bulan tidak masuk kerja, setelah izin cuti melahirkan selama 3 bulan. Total 7 bulan tidak masuk kantor. Dan selama 4 bulan tidak masuk kerja, yang bersangkutan tidak memberitahu alasannya kepada atasannya di kantor.

“Dan sesuai regulasi yang ada dan kebijakan Bupati Sumba Barat Daya, maka ASN yang membolos selama berhari-hari maka diusulkan agar rekening gajinya di Bank NTT diblokir. Jika ia sudah masuk kantor, maka harus membuat surat pernyataan tidak boleh mengulangi membolos dari kantor. Baru setelah itu rekening gaji yang bersangkutan diaktifkan kembali. Ini bertujuan untuk memberikan efek jera. Ini berlaku untuk semua dan berlaku mulai awal 2019,” jelas Ny. Yohana.

Karena kesal, lanjut Ny. Yohana, pelaku membawa parang lalu mencari bendahara gaji di Kantor Dinas Dikbud Kabupaten SBD. Meski sudah dijelaskan bendahara soal aturan baru dan alasan kenapa rekening gaji diblokir, pelaku tetap marah bahkan menganiaya bendahara hingga babak belur. Korban sempat dirawat di RSU selama satu minggu karena luka-luka yang dialaminya. (k2).

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements