Dorus Kumpul Kebo dengan Bunga, Tapi Latihan ‘Ukur Badan’ dengan Melati, Hasilnya: Hamil 6 Bulan!

Advertisements

ilustrasi

Seorang mahasiswa asal Flotim berinisial YPT (26) alias Dorus (nama samaran, Red) selama bertahun-tahun ‘kumpul kebo’ dengan teman kuliahnya bernama Bunga (nama samaran, Red). Tapi masih saja tega membujuk sepupu Bunga bernama Melati (16) untuk latihan ‘ukur badan’ kala rumah sedang sepi. Hasilnya, siswi sebuah SMP di Kabupaten Kupang ini pun akhirnya hamil 6 bulan. Orang Kupang  bilang Dorus ‘makan muntar dobel-dobel’. Nah, bagaimana kisah Dorus ini?

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – YPT (26) alias Dorus, mahasiswa di Kota Kupang, yang kini menunggu diwisuda, harus berurusan dengan aparat hukum. Pria asal Flores Timur ini terbukti telah menghamili MET (16) alias Melati, siswi SMP di Kabupaten Kupang.

Melati adalah sepupu dari Bunga (nama samaran, Red). Dan Bunga adalah gadis yang hendak dipinang oleh Dorus. Selama ini Dorus telah tinggal serumah dengan Bunga. Dan mereka menginap sementara di rumah Melati.

Ibunda Melati, Ny. Magdalena Manalel (37) dan Kakeknya Daniel Neno membenarkan kasus yang menimpa putri kandungnya itu.

“Pelaku itu calon adik ipar saya. Karena dia pacaran dengan adik perempuan kandung saya. Sebelumnya mereka tinggal di kos, tapi kemudian dikeluarkan pemilik kos. Sebab mereka belum sah menikah. Lalu saya menampung mereka dan tinggal di sebuah gubuk, persis di belakang rumah saya. Jaraknya cuma beberapa meter,” jelas Ny. Manalel, janda 8 orang anak ini.

Tapi rupanya pelaku sering mata keranjang kalau lihat tubuh montok Si Melati, sepupu dari Bunga. Tubuh Bunga, calon istrinya dianggap kurang ‘bling-bling’ jika dibandingkan dengan Melati, si gadis remaja yang masih bau kencur tersebut.

Tiga kali pelaku memaksa ‘ukur badan’ dengan korban, ketika rumah sedang sepi ditinggal pergi Bunga dan Ny. Magdalena Manalel. Kejadiannya pada bulan Juni 2018 dan bulan Oktober 2018.

“Dia paksa saya. Dia tarik dan banting saya. Saya tidak kuat karena badan kecil,” kata Melati kepada para wartawan, ketika ia mengadukan kasus ini ke LBH Surya NTT di Kelurahan Oebufu, Kamis (11/4/2019) malam.

Ketika hamil, Melati memberitahu. Namun disuruh pelaku untuk menggugurkan kandungan dengan meminum ramuan yang disiapkan pelaku. Melati menolak.

“Saya taruh alkitab di kepala anak saya dan mendesaknya untuk mengaku siapa calon ayah dari bayi yang dikandungnya. Saya kaget karena dia menyebut nama YPT, calon adik ipar saya.  Saya marah lalu melaporkan kasus ini ke Polda NTT, Sabtu minggu lalu,” tambah Ny. Manalel.

Pelaku, kata Ny. Manalel, sudah hidup kumpul kebo dengan Bunga, adik kandungya selama beberapa tahun. Lalu dengan licik dan rakus ‘merusak’ masa depan Melati, anak kandungnya.

“Kami akan kawal kasus ini sampai proses hukumnya tuntas di pengadilan,” janji Ketua LBH Surya NTT, E. Nita Juwita, SH., MH. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements