Diterlantarkan, Selfina Laporkan Plt. Kadis Nakertrans NTT ke Polda NTT

“Para terlapor diduga melakukan tindak pidana perampasan kemerdekaan, membuat perasaan tidak menyenangkan dan penyalahgunaan kewenangan sebagaimana diatur dalam Pasal 333 KUHP, pasal 335 KUHP dan Pasal 421 KUHP,” jelas Kuasa Hukum Korban, Dedy Jahapay. Laporan di SPKT Mapolda NTT tersebut tercatat dalam register nomor: LP/B/16/1/2019/SPKT yang diterima Namun 1 SPKT Brigpol Joao Frengki Talan.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Selfina Marsia Etidena (24), melaporkan Plt. Kadis Nakertrans NTT, Dra. Sisilia Sona, M.Si ke Mapolda NTT, Senin (14/1/2019) petang. Ia juga melaporkan 5 anggota Satgas Tim Pencegahan Perdagangan Orang (TPPO) yang bertugas di Bandara El Tari Kupang.

Selfina didampingi kuasa hukumnya, Dedy Jahapay, S.H, dan beberapa anggota keluarga besar Alor di Kupang. Selfina adalah mahasiswi semester VII Sekolah Tinggi Teologi (STT) Galilea Yogyakarta yang baru saja menyelesaikan PKL di Kabupaten Alor. Dan dicegah keberangkatannya ke Jogyakarta ketika transit di Bandara El Tari Kupang, 4 Januari 2019 lalu oleh anggota Satgas TPPO.

“Para terlapor diduga melakukan tindak pidana perampasan kemerdekaan, membuat perasaan tidak menyenangkan dan penyalahgunaan kewenangan sebagaimana diatur dalam Pasal 333 KUHP, Pasal 335 KUHP dan Pasal 421 KUHP,” demikian penjelasan kuasa hukum Dedy Jahapay.

Laporan di SPKT Mapolda NTT tersebut berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/16/1/2019/SPKT yang diterima Bamin 1 SPKT Brigpol Joao Frengki Talan.

Selain dilaporkan ke polisi, Plt. Kadis Nakertrans NTT, Dra. Sisilia Sona, M.Si, juga dihadiahkan telur busuk dan krans bunga tanda dukacita atas matinya hati nurani kemanusiaan oleh massa demonstrasi yang menduduki halaman Kantor Dinas Nakertrans NTT.

Sebelumnya diberitakan, massa demonstran yang tergabung dari sejumlah organisasi menduduki halaman Kantor Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Senin (14/1/2019). Mereka mempertanyakan alasan Satgas Human Trafficking dari Nakertrans NTT ‘menyandera’ mahasiswi Selfin Etidena terbang ke Jogya via Surabaya 4 Januari 2019 lalu.

Sisilia Sona sempat menemui massa di halaman kantor dan menjelaskan sikap dan prosedur operasional yang diambil dalam menangani kasus mahasiswi tersebut. Sayang, Sisilia tidak menjelaskan secara spesifik mengapa harus Kartu Mahasiswa menjadi rujukan agar penumpang diboleh terbang bersama maskapai usai booking tiket.

Aliansi massa yang tergabung dari sejumlah organisasi, antara lain, Porpera NTT, Kemahnuri Kupang, APMLT, HIPMA UNDANA, IPMAHWEL, IMAHLOLONG, FMN, SEMATA, PERMAPAR, HMP, IMM, IKMAS ABAT, Sanggar Abuy, dan IKA juga sempat ke Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari, setelah melakukan long march dari Bundaran PU Kupang. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit