Dicoret Sebagai Pegawai Kontrak, Yosi Segel Kantor Lurah Alak dan Pustu Tenau

Advertisements

Pintu Kantor Kelurahan Alak yang disegel pemilik tanah, Jumat 3 Mei 2019

“Tapi karena nama kami sudah dicoret dan diberhentikan sebagai pegawai kontrak, otomatis kami ambil pulang tanah warisan tersebut. Apalagi tanah hibah itu belum dibuatkan pernyataan hitam di atas putih,” jelas Yosi panjang lebar kepada para wartawan, Jumat siang.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Yoktan B. Yosi (44), menyegel pintu Kantor Kelurahan Alak dan Pustu Tenau 1, Jumat (3/5/2019) pagi. Pasalnya, ia dicoret dari Daftar Pegawai Kontrak Pemkot Kupang terhitung, 1 Mei 2019 lalu.

Akibatnya pelayanan di dua kantor itu lumpuh total. Pasien yang berdatangan di Pustu Tenau 1 dialihkan ke Puskesmas Alak. Sedangkan sepanjang hari Jumat, para pegawai di Kantor Lurah Alak cuma duduk-duduk saja di teras kantor. Sebagian lagi langsung pulang ke rumahnya.

“Ada 2 alasan kenapa saya segel. Pertama, saya dan 2 rekan saya dicoret dari daftar pegawai kontrak Pemkot Kupang sejak tanggal 1 Mei 2019 lalu. Padahal kami sudah mengabdi sebagai pegawai tidak tetap selama belasan tahun bahkan lebih,” bebernya.

Pintu gedung Pustu Tenau 1 juga disegel pemilik tanah

Kedua, lanjut Yosi, kantor lurah Alak dan kantor pustu ini dibangun di atas tanah warisan keluarga dengan status tanah hibah. Sebagai imbalannya, saat itu Pemkot Kupang mengangkat ia dan dua rekannya, Yuliana Sompu dan Daniel Adoe sebagai pegawai kontrak.

“Tapi karena nama kami sudah dicoret dan diberhentikan sebagai pegawai kontrak, otomatis kami ambil pulang tanah warisan tersebut. Apalagi tanah hibah itu belum dibuatkan pernyataan hitam di atas putih,” jelas Yosi panjang lebar kepada para wartawan, Jumat siang.

Ia mengisahkan tanah warisan itu dihibahkan ayahnya, almarhum Ycob Tosi kepada Pemkot Kupang pada tahun 1980-an. Di atas lahan itu kemudian dibangun Kantor Kelurahan Alak, gedung Pustu Tenau 1 dan sebuah sumur yang airnya dikonsumsumsi warga sekitar.

“Saya sangat berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah dengan baik supaya pelayanan publik dapat berjalan,” kata Lurah Alak, Marice Lasbaun SE ketika ditemui wartawan secara terpisah.

Kantor Kelurahan Alak yang disegel pemilik tanah

Dia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekda Kota Kupang untuk penyelesaian persoalan pengalihan lahan dan tiga PTT yang diberhentikan oleh Walikota Kupang.

Respon Pemkot Kupang melalui Sekda Kota Kupang dan Bagian Tata Pemerintahan berharap kantor tersebut dapat dibuka sehingga pelayanan kantor dan Pustu Tenau 1 dapat berjalan kembali

“Saya tidak bisa ambil keputusan karena kewenangan ada di pimpinan. Langkah yang akan saya ambil dengan melakukan pendekatan sehingga bisa ke pak walikota Bisa. Kan masyarakat saya juga,” tambahnya. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements