Culik Pacar Selama 9 Hari, Konjak Bemo Diringkus Polisi di Rote

Advertisements

“Tersangka telah berhasil diamankan pada Jumat (4/1) pukul 15.00 Wta, terkait dugaan kasus penculikan gadis dibawah umur di dusun Bengubelan Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru Selatan,” jelas Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,S.IK.M.SI melalui Kasat Reskrim Iptu wahyu A.A. Septyan,S.sik saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (05/01/2019) siang.

PANTAI BARU, HALAMANSEMBILAN.COM – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pantai Baru, Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil meringkus Yanto Bolla (18), di Dusun Bengubelan, Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru Selatan, Jumat (4/1/2019).

Kondektur bemo jurusan Kupang – Noelbaki ini dibekuk polisi karena menculik seorang gadis di bawah umur berinisial EMY alias Angel (14). Siswi SMP Negeri 2 ini diculik dan disembunyikan di Desa Nusakdale, Pantai Baru, Pulau Rote selama 9 hari.

“Tersangka telah berhasil diamankan pada Jumat (4/1) pukul 15.00 Wta, terkait dugaan kasus penculikan gadis dibawah umur di dusun Bengubelan Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru Selatan,” jelas Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,S.IK.M.SI melalui Kasat Reskrim Iptu wahyu A.A. Septyan,S.sik saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (05/01/2019) siang.

Pihaknya mendapat informasi dari Polres Kupang Kota tentang dugaan penculikan berdasarkan laporan 1194/Xll/2018 SPKT RESKRIM Kupang Kota, tersangka Yanto Bola membawa lari anak dibawah umur yang adalah pacarnya sendiri ke pulau Rote ke rumah keluarganya di Desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru.

“Setelah dilakukan pemantauan, ternyata tersangka dan korban bersembunyi di sebuah rumah. Tersangka dan korban langsung diamankan Jumat petang, sekitar pukul 16.00 sore,” tambahnya.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial melalui akun facebook atas nama Clara Foeh. Foeh mengaku kehilangan anggota keluarganya yang diduga diculik oleh sindikat perdagangan anak. Ia mengaku kehilangan anak gadisnya yang berusia 14 tahun sejak 27 Desember 2018 lalu. “Mohon bantuan dan dukungan masyarakat,” kata Clara melalui akun facebooknya. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements