BREAKING NEWS: Ledakan Benda Misterius, Lontarkan Tubuh Anggota Pol PP Setinggi Tiga Meter

Korban Istanto A. E.  Djaha sedang dirawat di RSUD SoE.  (Foto Istimewa) 

“Jadi tidak benar informasi di medsos yang mengatakan telah terjadi ledakan di gereja. Jangan percaya informasi itu. Yang benar, ledakan terjadi di halaman depan rumah korban, yang berjarak sekitar 100 meter di belakang gereja,” tandas Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie.

SOE, HALAMANSEMBILAN.COM – Sebuah benda misterius, diduga granat manggis tiba-tiba meledak, Minggu (28/10/2018) sore sekitar pukul 17.30 Wita di Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ledakan keras itu terjadi sekitar 100 meter di belakang Gereja Tebes Kobelete.

Akibat ledakan keras tersebut, Sekretaris Polisi Pamong Praja (Pol PP) di Pemkab TTS bernama Drs. Istanto A.E. Djaha, terlontar ke udara setinggi 3 meter. Tangan kirinya putus dan sejumlah luka robek yang serius di kepala dan kaki kanan.

Dua anak kecil bernama Leonara Jara dan Nai Bengu, dua anak dari korban, juga terluka saat sedang bermain di halaman rumah korban.

Barang bukti benda mencurigakan,  diamankan polisi (foto istimewa) 

“Beta pas lewat dengan motor. Tiba-tiba bunyi duaaarrrr!!! Beta lihat satu bapak melayang (terlontar, Red) di udara kira-kira tiga meter baru jatuh ke tanah. Beta hampir jatuh dari motor karena pusing akibat bunyi ledakan,” jelas Ananias melalui telepon. Ananias, salah satu warga yang melintas dekat TKP, saat ledakan terjadi.

“Ada bau belerang (mesiu, Red). Beta takut lalu jalan terus. Beta kira ada orang tembak atau bom meledak. Makanya beta takut dan pergi parkir motor jauh ke sebelah timur dekat sebuah kios,” tambah Ananias.

Saat warga datang berkerumun di lokasi ledakan, ia mengaku masih takut dan tidak mendekat ke TKP.

“Kalau meledak lagi, pasti dong rame-rame mati. Beta takut, makanya pi (pergi, Red) duduk jauh-jauh,” tuturnya.

Wakapolres Timor Tengah Selatan (TTS), Kompol Herman Bessie, kepada wartawan di SoE, menegaskan ledakan terjadi bukan di gereja.

“Jadi tidak benar informasi di medsos yang mengatakan telah terjadi ledakan di gereja. Jangan percaya informasi itu. Yang benar, ledakan terjadi di halaman depan rumah korban, yang berjarak sekitar 100 meter di belakang gereja,” tandas Kompol Herman Bessie.

Ia belum memastikan benda misterius yang meledak tersebut. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Tim Gegana dari Brimobda NTT untuk menyelidikinya. Tim gegana, katanya, sedang dalam perjalanan dar Kupang ke Kota SoE, yang berjarak 110 kilometer.

Tentang kronologi ledakan, Kompol Herman Bessie mengatakan, awalnya anak korban bernama Farel Djaha dan temannya bernama Omry Naitboho, menemukan sebuah benda misterius sebesar telepon genggam.

“Didorong oleh rasa penasaran, Farel membawa pulang benda misterius itu ke rumahnya, yang berjarak sekitar 100 meter dari gereja. Ia melaporkan soal benda misterius itu kepada korban, yang merupakan ayah kandung korban, yaitu Drs. Istanto A.E. Djaha. Karena ikut penasaran, korban mengambil palu dari dalam rumah dan membawa benda misterius itu ke halaman depan rumahnya. Lalu memukul-mukul benda mistrius itu dan langsung meledak,” kisah Kompol Herman Bessie.

Korban dan dua anaknya sudah dilarikan ke RSUD SoE. Dua anak korban cuma mengalami luka lecet. Sedangkan korban mengalami putus tangan kiri dan luka robek serius di kepala dan wajah serta kaki kanan. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit