BREAKING NEWS: Duel ‘Mati-Hidup’ Yakob Bonat Vs Buaya di Muara Pantai Oli’o, Tangannya Patah dan Otot Paha Hancur

Advertisements

“Cuma tangan kanannya yang patah. Dan kaki kanan dan pahanya luka robek serius. Itu terjadi ketika korban berkelahi dengan buaya yang sudah menggigit kakinya saat memukat ikan dalam air,” kisah Nona, kerabat korban, ketika dihubungi melalui telepon genggam, Kamis siang.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Yakob Bonat (47), nyaris tewas disergap seekor buaya di Muara Pantai Oli’o, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (4/4/2019) pagi.

Ia disergap buaya saat sedang asyik memukat ikan dan udang di muara tersebut. Kakinya mengalami luka robek serius, otot pahanya hancur dan tangan kanannya patah ketika ia terlibat ‘duel mati – hidup’ dengan seekor buaya.

“Cuma tangan kanannya yang patah. Dan kaki kanan dan pahanya luka robek serius. Itu terjadi ketika korban berkelahi dengan buaya yang sudah menggigit kakinya saat memukat ikan dalam air,” kisah Nona, kerabat korban, ketika dihubungi melalui telepon genggam.

Beruntung korban turun ke muara ditemani seorang kerabatnya. Sehingga membantu menyerang buaya itu dengan kayu. Buaya kemudian melepas gigitannya dan pergi meninggalkan korban yang nyaris tewas dalam kolam ikan di muara tersebut.

Korban juga sudah dilarikan ke Puskesmas Oesao untuk mendapat pertolongan medis.

“Bulan Februari 2016 lalu, tetangga saya juga bernama Yoktan Benyamin, tewas disergap buaya. Hanya dada dan kaki kanan korban yang ditemukan lalu dikuburkan,” kisahnya.

Sebelumnya diberitakan, Yoktan Benyamin, 40 tahun, warga Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga diterkam buaya pada Senin, 8 Februari 2016. Jasadnya ditemukan pada Selasa, 9 Februari 2016. Namun tinggal tubuhnya saja.

Korban diterkam buaya di muara di daerah saat hendak memukat udang di laut bersama temannya dengan menumpang sampan. Namun nahas, Yoktan yang duduk di bagian depan sampan tiba- tiba berteriak minta tolong. Setelah dicek ternyata korban diterkam buaya di muara itu.

Teman Yoktan melaporkannya kepada masyarakat dan Kepolisian, serta Tim SAR. Korban akhirnya ditemukan Tim SAR di muara dengan kondisi tak utuh, hanya tersisa badannya. Sedangkan lengan kiri, kedua kaki, dan kepala belum ditemukan. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements