Astaga…!!! Calon Polisi Yang Diberhentikan Karena Curi Hape, Ternyata Anak Anggota Polri Yang Masih Aktif

Advertisements

“Jadi siswa Martinus Leo Sandi itu anak seorang anggota Polri aktif. Kami pecat dia tanpa melihat latar belakang siapa dia. Anak siapa dia. Kalau buat kesalahan fatal, ya..diberhentikan saja,” jelas Irjen Pol Raja Erizman kepada para wartawan usai upacara penutupan pendidikan, pelantikan dan pengambilan sumpah bintara polri perbatasan TA. 2018/2019 di lapangan SPN Polda NTT, Senin (4/3) siang.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman mengungkapkan Martinus Leo Sandi, siswa Diktuba Polri Perbatasan TA 2018/2019 dengan nomor register siswa 1824040012, yang dipecat dan diberhentikan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (3/3/2019) siang, ternyata anak seorang anggota Polri yang masih aktif.

“Jadi siswa Martinus Leo Sandi itu anak seorang anggota Polri aktif. Kami pecat dia tanpa melihat latar belakang siapa dia. Anak siapa dia. Kalau buat kesalahan fatal, ya..diberhentikan saja,” jelas Irjen Pol Raja Erizman kepada para wartawan usai upacara penutupan pendidikan, pelantikan dan pengambilan sumpah bintara polri perbatasan TA. 2018/2019 di lapangan SPN Polda NTT, Senin (4/3) siang.

Ia menegaskan, dari pada setelah menjadi anggota Polri lalu merusak institusi Polri. Lebih baik buang satu calon polisi yang buruk mentalnya dari pada buang seribu polisi yang sudah baik namun ikutan buruk namanya karena ulah seseorang anggota.

“Jadi tindakan ini terbuka dan tidak pilih kasih, baik itu anak anggota atau siapa pun itu tetapi tidak memenuhi persyaratan tetap dilakukan tindakan tegas,” tegas Kapolda.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan ucapan selamat kepada siswa yang baru saja dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai anggota bintara Polri.

“Saya berpesan agar jangan jadi sok jagoan ketika jadi anggota Polri. Karena ketika Anda tandatangan kontrak sebagai anggota Polri, itu berarti Anda siap menjadi pelayan masyarakat. Sekaligus sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tandasnya.

Anggota bintara yang lolos menjadi siswa sebanyak 188 orang, namun dengan pemecatan satu orang sehingga total keseluruhan siswa yang dilantik dan pengambilan sumpah menjadi anggita Polri sebanyak 187 orang.

Sebelumnya diberitakan, Martinus Leo Sandi, siswa Diktuba Polri Perbatasan TA 2018/2019 dengan nomor register siswa 1824040012, dipecat dan diberhentikan dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (3/3/2019) siang.

Upacara pemberhentian dilakukan pada Minggu (3/3) sekitar pukul 13.00, bertempat di Aula SPN Polda NTT dipimpin oleh Ka SPN Polda NTT Kombes Pol. Nanang Putu Wardianto, S.st, M.K., sebagai inspektur upacara.

Bertindak selaju perwira upacara Ps. Kakorsis SPN Polda NTT Kompol Okto Wadu Ere dan Kaden Pengasuh AKP Darius Kore sebagai perwira yang ditunjuk.Turut serta para pejabat utama SPN Polda NTT, staf dan para pejabat Detasemen Siswa SPN Polda NTT sebagai peserta upacara.

Upacara pemberhentian berdasarkan Surat Keputusan Ka Lemdiklat Polri No.Pol: Skep/224/XII/2006 tanggal 29 Desember 2006 angka 9 poin 2 huruf (f) tentang aspek mental kepribadian yang berbunyi: pelanggaran yang dilakukan akan mengurangi nilai mental kepribadian peserta didik/siswa dengan batas nilai tidak lulus/dibawah passinggrade untuk pendidikan pembentukan brigadir adalah 64 maka terhadap siswa atas nama Martinus Leo Sandi dengan nomor siswa 1824040012, siswa SPN Polda NTT dinyatakan diberhentikan statusnya sebagai peserta didik/siswa Polda NTT.

Keputusan itu diperkuatkan lagi dengan Keputusan Kapolda NTT Nomor Kep/88/III/2019 tanggal 2 Maret 2019 tentang pemberhentian dan pengeluaran peserta didik dari pendidikan pembentukan brigadir Polri SPN Polda NTT.

Adapun pelanggaran yang dilakukan adalah mencuri dan menggunakan telepon genggam di dalam kesatrian, keluar kesatrian tanpa izin, berkelahi dengan sesama siswa dan meninggalkan kegiatan agama di kapel mendahului dari teman-temannya. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements