Astaga! Anggota Komisioner KPU Ini Dipecat Gara-Gara ‘Nyoblos Wik-Wik’ Anggota PPK

Advertisements

ilustrasi

“Tindakan teradu sangat merendahkan martabat kemanusian perempuan yang sepatutnya dilindungi dari tindakan kekerasan baik fisik maupun mental. Juga tindakan teradu sangat merendahkan kehormatan dan martabat penyelenggara pemilu,” kata anggota majelis sidang DKPP, Alfitra Salam dalam keterangannya, Kamis (11/4/2019).

JOGYAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – R Moeh Nufrianto Aris Munandar (40), seorang Komisioner KPU Kota Yogyakarta, diberhentikan dari jabatannya lantaran suka ‘nyoblos wik-wik’ (mencabuli, Red) seorang perempuan yang berstatus Panitia Pemilih Kecamatan (PPK). Pemberhentian itu berdasarkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Anggota majelis sidang DKPP Alfitra Salam menyatakan, Moeh Nufrianto telah terbukti melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu. Keputusan DKPP menegaskan perbuatan Komisioner KPU Kota Yogyakarta itu telah melanggar hukum.

“Tindakan teradu sangat merendahkan martabat kemanusian perempuan yang sepatutnya dilindungi dari tindakan kekerasan baik fisik maupun mental. Juga tindakan teradu sangat merendahkan kehormatan dan martabat penyelenggara pemilu,” kata Alfitra dalam keterangannya, Kamis (11/4/2019).

Dalam putusannya, Moeh Nufrianto disebut telah memaksa korbannya berbuat asusila. Foto-foto pribadi korbannya juga disebarkan Moeh Nuhfrianto lewat media sosial.

“Teradu terbukti melanggar Pasal 6 ayat (3) huruf c dan huruf f juncto Pasal 12 huruf a dan b, juncto Pasal 15 huruf a dan d Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu,” lanjut Alfitra.

Sementara itu, anggota KPU Kota Yogyakarta Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Nur Hayati enggan berkomentar terkait kasus yang menimpa koleganya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada KPU RI.

“Saya tidak boleh menyampaikan hal-hal ada yang terkait etik dan perilaku penyelenggara. Kami dalam hal ini posisinya adalah menerima putusan dari pusat akan menindaklanjuti,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Meski begitu, Nur Hayati membenarkan Moeh Nufrianto merupakan Anggota KPU Kota Yogyakarta. Laki-laki itu membidangi divisi teknis.

Dengan pemberhentian Moeh Nufrianto, jumlah anggota KPU Kota Yogyakarta menjadi berkurang. Namun, KPU Yogyakarta yakin masih bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik.

“Insyaallah kita solid melaksanakan pemilu. PPK kita solid,” ujar Komisioner KPU Kota Yogyakarta Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Frenky Argitawan. (ade/kumparan.com)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements