Sering ‘Ukur Badan’ Dengan Istrinya, Nimbrot Tikam Sepupunya Hingga Tewas

“Pengakuan tersangka, ia masih dendam karena sepupunya itu sering meniduri istrinya. Dan itu sudah berlangsung selama tiga tahun. Dari hubungan gelap itu, lahirlah seorang bayi laki-laki yang kini berusia 8 bulan,” jelas Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra melalui telepon genggam.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Nimbrot Lao alias Lot (44) menikam hingga tewas sepupunya Irfan Stefanus Boisala (45), Senin (7/1/2019) pagi. Punggung sepupunya lubang sedalam 14 sentimeter lalu roboh bermandikan darah akibat ditikam pakai pisau sabu yang dibawa Nimbrot.

“Pengakuan tersangka, ia masih dendam karena sepupunya itu sering meniduri istrinya. Dan itu sudah berlangsung selama tiga tahun. Dari hubungan gelap itu, lahirlah seorang bayi laki-laki yang kini berusia 8 bulan,” jelas Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra melalui telepon genggam.

Pelaku Nimbrot Lao, telah menikah sah dengan istrinya Ny. Alviana Lao Lasa (40) sejak tahun 2000 lalu. Dan telah memiliki seorang anak perempuan yang telah berusia remaja dan kini sedang bersekolah di sebuah SLTA di Kota Kupang.

Pelaku, lanjutnya, dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tentang kronologi peristiwanya, papar Kompol Sucitra, Senin pagi, kakak kandung pelaku datang memamrahi dan mencaci-maki Alviana Lao Lasa yang sudah tinggal serumah dengan pelaku. Karena malu, Alviana keluar dari rumah dan pergi dari sana.

Sementara itu pelaku sedang berada di rumah tetangga untuk memperbaiki celana jeansnya yang sobek. Mendengar ribut-ribut itu, pelaku pergi ke rumah korban lalu menikam sepupunya itu dengan sebilah pisau tepat di punggung kanan.

Korban jatuh tersungkur di rumah tetangga saat berusaha lari menghindar. Namun karena kehabisan darah, korban pun menghembuskan nafas terakhir. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit