361 Rumah Rusak Diterjang Angin Topan, Warga Teriak: Cukup Sudah Tuhan..!

Advertisements

“Saya punya tetangga berteriak seraya memeluk dinding rumahnya meminta supaya Tuhan hentikan bencana angin topan yang bertiup kencang. Dia teriak bilang: Tuhan ampuni kami orang berdosa! Cukup sudah Tuhan..! Jangan lagi Tuhan..!,” jelas Ny. Batmalo menirukan teriakan tetangganya, Minggu (10/3/2019) petang.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Sebanyak 361 unit rumah di Kota Kupang, NTT, mengalami rusak parah dan ringan akibat diterjang badai angin kencang, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 09.30 Witeng.

Selain itu belasan kendaraan warga rusak tertimpa pohon yang tumbang di pinggir jalan atau pun di halaman rumah. Petugas dari BPBD Kota Kupang dibantu aparat dari Polri bahu-membahu menyingkirkan ratusan batang pohon yang tumbang menutupi ruas jalan protokol maupun ruas jalan di sejumlah lorong perkampungan.

Selain rumah, angin badai yang bertiup kencang 41 knot/jam atau sekitar 80 kilometer per jam itu juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti kabel listrik dan kabel telepon putus berhamburan di tanah. Sejumlah ruang rawat pasien di RSU Bhayangkari Titus Ully Kupang ambruk dan atapnya hilang diterbangkan angin.

“Saya punya tetangga berteriak seraya memeluk dinding rumahnya meminta supaya Tuhan hentikan bencana angin topan yang bertiup kencang. Dia teriak bilang: Tuhan ampuni kami orang berdosa! Cukup sudah Tuhan..! Jangan lagi Tuhan..!,” jelas Ny. Batmalo menirukan teriakan tetangganya, Minggu (10/3/2019) petang

Rumah tetangganya nyaris roboh rata tanah akibat ditindih pohon mangga di depan rumahnya, yang roboh diterjang angin topan. Sedangkan rumahnya cuma mengalami kerusakan ringa. Beberapa lembar seng lepas diterbangkan angin.

Angin topan juga menghancurkan beberapa rumah di Kabupaten Kupang. Tanaman jagung, pisang dan pinang tumbang diterpa angin topan.

“Beberapa ruangan di lantai dua RSUD Naibonat juga hancur akibat angin kencang. Diantaranya ruang kerja Direktur RSUD Naibonat, ruang keuangan, ruang rapat manajemen, ruang kerja bidang pelayanan, dan ruang kerja kepegawaian,” jelas KTU RSUD Naibonat, Maher Ora, Senin (11/3/2019) pagi.

Meski demikian, pelayanan kepada pasien tetap dilaksanakan di lantai 1. Sementara jaringan listrik yang rusak, akan diupayakan untuk diperbaiki.

“Saya juga akan lapor Bupati Kupang,” pungkasnya. (k1/ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements